Jakarta (ANTARA News) - Perpustakaan Nasional RI meminta dukungan anggaran dan pegawai untuk penambahan jam operasional perpustakaan di akhir pekan dan malam hari, kata Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando di Jakarta, Jumat.

"Kami sudah lapor ke MenPANRB (Asman Abnur), dan MenPANRB menyampaikan bisa saja jika ada dukungan dari Menkeu (Sri Mulyani) . Dan Ibu Menkeu sudah mendukung dan sudah diperintahkan ke DJA (Ditjen Anggaran) untuk menindaklanjuti pembahasan anggarannya. Jumlahnya tidak banyak, pastinya miliaran," kata Syarif usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jakarta, Jumat.

Rencana penambahan jam operasional Perpusnas di akhir pekan berawal dari keinginan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat berkunjung ke Gedung Perpusnas di Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 11, Jakarta Pusat.

Perpusnas pun telah melakukan uji coba menambah jam operasional di akhir pekan serta berencana memperpanjang jam buka perpustakaan hingga pukul 22.00 WIB.

"Kami sudah jalan, launching pekan pertama kemarin, sudah buka Sabtu-Minggu. Kami juga sudah memperpanjang sampai jam 18.00 WIB. Insya Allah nanti, setelah Ibu Menkeu berkunjung itu, kami akan perpanjang sampai jam 22.00 WIB," jelasnya.

Untuk menambah jam operasional Perpusnas, Syarif mengatakan pihaknya memerlukan tambahan aparatur sipil negara (ASN) serta anggaran untuk penambahan jam operasional tersebut.

Syarif mengatakan telah berkoordinasi dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur terkait penambahan pegawai tersebut.

"Sekarang masih internal yang Sabtu-Minggu itu, masih dioptimalkan untuk shift-shift-an, karena belum ada untuk tambahan. Sedang dihitung, juga untuk (buka) sampai malam. Terutama pegawai perempuan, karena agak rentan kalau sampai malam," ujarnya.

Baca juga: Perpusnas: Minat baca di Indonesia masih rendah