Jakarta (ANTARA News) - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna menyampaikan bahwa robohnya tiang girder Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) tidak terkait dengan bangunan lama.



"Itu lagi ditinjau di lapangan, kalau kaitannya dengan yang dulu tidak," kata Herry saat dihubungi Antaranews dari Jakarta, Selasa.




Menurut Herry, Komite Keselamatan Konstruksi akan melakukan pengecekan terhadap peristiwa tersebut untuk data dan informasi yang lebih lengkap.




"Inikan pekerjaan konstruksi, nanti dilihat kejadiannya, penyebabnya, ada Komite Keselamatan Konstruksi. Sambil ditinjau agar kejadian ini tidak terulang kembali," ungkap Herry.

Baca juga: Waskita: kecelakaan Becakayu bukan akibat robohnya tiang pancang

Tiang pancang Tol Becakayu ambruk (TMC Polda Metro)





Tiang pancang proyek jalan tol Becakayu di Jalan DI Pandjaitan, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (20/2) dini hari roboh dan korban dievakuasi ke Rumah Sakit UKI.

Baca juga: Tiang pancang tol Becakayu ambruk, korban dilarikan ke RS UKI




TMC Polda Metro Jaya dalam akun twitternya melaporkan, pada 04.45 WIB tiang pancang ambruk yang berdekatan dengan Gardu Tol Kebon Nanas masih dalam penanganan.




Diketahui, proyek Tol Becakayu sudah berhenti selama 21 tahun, kemudian dilanjutkan kembali pada 2015.




Keberadaan tol ini diharapkan akan mempermudah akses warga Bekasi dan sekitarnya menuju Jakarta dan sebaliknya.