Jakarta (ANTARA News) - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian siap mengembangkan benih komoditas strategis sebagai upaya mendukung 2018 sebagai tahun perbenihan.

Menurut Kepala Balitbangtan Muhammad Syakir dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, ada berbagai komoditas yang akan dikembangkan antara lain padi, jagung dan kedelai untuk tanaman pangan.

Bawang putih, bawang merah, kentang, petai, jengkol dan beberapa jenis buah untuk hortikultura.

"Komoditas hortikultura ini harganya sering berfluktiasi dan pada saat harga tinggi dapat menjadi sumber inflasi, sementara untuk buah dipilih yang menjadi konsumsi utama masyarakat serta berpotensi untuk ekspor," katanya.

Komoditas buah yang akan dikembangkan yaitu mangga, jeruk, manggis, salak, durian, pisang, apel, sukun dan pepaya. Sementara, untuk membangkitkan sektor perkebunan di Indonesia, beberapa komoditas seperti tebu, kopi, kakao, kelapa, jambu mete, karet, cengkeh, pala, dan kayu manis juga akan dikembangkan perbenihannya pada tahun ini.

"Komoditas tebu didorong untuk meningkatkan produksi gula domestik, sedangkan cengkeh, pala, kayu manis diarahkan untuk mengembalikan kejayaan rempah Indonesia ke pasar dunia, selain juga untuk meningkatkan ekspor," katanya.

Syakir menambahkan bahwa dalam penyediaan benih tanaman pangan secara umum tidak ada masalah yang mendesak, sedangkan untuk penyediaan benih perkebunan dan hortikultura terutama buah kendala utamanya adalah masih terbatasnya kebun induk untuk mensuplai benih bersertifikat. "Di tahun 2018 Balitbangtan berusaha mengoptimalkan kebutuhan bibit tersebut melalui kebun percobaan milik Balitbangtan seperti jeruk di Malang dan Bengkulu, kelapa di Sulawesi utara dan kopi serta kakao di Sukabumi," ujarnya.

Selain tanaman, Balitbangtan juga akan mendorong perbenihan ternak khususnya ayam kampung khususnya ayam kampung unggul Balitbangtan (KUB), sapi dan kambing dalam mencapai target swasembada protein.

"Ayam kampung unggul Balitbangtan atau ayam KUB didorong karena produksi telurnya yang tinggi dan merupakan ayam dwiguna selain untuk telur juga pedaging," katanya.

Penyediaan benih ini, lanjutnya,m akan melibatkan para penangkar, baik petani penangkar maupun perusahaan melalui mekanisme kerjasama dengan didukung oleh Balitbangtan dalam penyediaan benih sumbernya.

Menurut dia, sinergi dengan pemangku kepentingan perbenihan di daerah terutama dalam proses sertifikasi benih, sistem logistik dan distribusi juga terus diperkuat. (Ybh)