Jakarta (ANTARA News) - Pengamat politik dari Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menilai persoalan anggaran untuk pemasangan lift di rumah dinas gubernur DKI Jakarta, yang sudah dicoret oleh Anies Baswedan, berpotensi menurunkan wibawa sang pemimpin.




"Anies bilang salah input, dia tidak sadar bisa menurunkan wibawa di mata publik," kata Ray saat acara "100 Hari Anies-Sandi: Arah Jakarta vs Branding Politik" di Jakarta, Jumat sore.




Temuan pengadaan lift untuk rumah dinas gubernur di dekat Taman Suropati, Jakarta Pusat mencuat karena tertera di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), dengan anggaran Rp 750,2 juta.




Anies pada Kamis (25/1) sudah mencoret anggaran tersebut dari APDB-P 2018 dan menyatakan tidak pernah memerintahkan pengadaan lift tersebut.




Pembahasan mengenai pengadaan lift di rumah dinas gubernur terjadi bertepatan dengan 100 hari masa pemerintahan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, yang mulai menjabat sejak Oktober tahun lalu.




Terkait 100 hari Anies-Sandi, Ray berpendapat mereka banyak berusaha merealisasikan program unggulan selama kampanye, seperti OK OCE dan pembangunan rumah DP nol rupiah.