Washington (ANTARA News) - Hasil analisis fosil yang mencakup spesimen tertua Homo sapiens yang diketahui mengungkapkan bahwa bentuk otak spesies kita berubah dari waktu ke waktu menjadi kurang memanjang dan lebih membulat, perubahan yang tampaknya untuk mengakomodasi perkembangan-perkembangan kunci dalam fungsinya.

Para ilmuwan pada Rabu (24/1) menyatakan mereka meneliti ukuran dan bentuk otak 20 fosil Homo sapiens, yang paling tua berasal dari masa 300.000 tahun lalu.

Sementara ukuran otak sebagian besar tidak berubah seiring waktu, bentuknya sedikit demi sedikit berubah menjadi lebih bulat sampai mencapai bentuk terkini antara 100.000 dan 35.000 tahun lalu.

Ahli antropologi fisik Simon Neubauer dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Jerman mengatakan dua fitur yang berkontribusi pada bentuk globular menonjol adalah : area parietal otak dan otak kecil yang menggembung.

"Lobus parietal adalah pusat penting dalam menghubungkan bagian-bagian otak yang berbeda dan terlibat dalam fungsi-fungsi seperti orientasi, perhatian, dan transformasi sensorimotor yang mendasari perencanaan dan integrasi visuospasial," kata Neubauer, pemimpin studi yang hasilnya dipublikasikan di jurnal Science Advances.

"Otak kecil terlibat dalam fungsi-fungsi terkait motorik seperti koordinasi gerakan dan keseimbangan, tapi juga fungsi-fungsi seperti kerja memori, bahasa, kognisi sosial dan pemrosesan afektif (emosional)," tambah Neubauer.

Neubauer mengatakan globularitas otak dalam perkembangan otak manusia sekarang muncul selama beberapa bulan sekitar waktu kelahiran.

"Data baru kami menunjukkan perubahan evolusioner pada awal perkembangan otak dalam periode kritis dan rentan untuk penyusunan syaraf dan perkembangan kognitif," katanya.

Periode waktu ketika bentuk otak manusia yang sekarang muncul selaras dengan bukti arkeologi bahwa manusia mencapai apa yang dia sebut "rangkaian penuh perilaku modernitas" sekitar 40.000 sampai 50.000 tahun lalu menurut Neubauer.

Ini mencakup "indikator material manipulasi simbol dan pikiran abstrak" seperti penciptaan seni dan hiasan, penggunaan pigmen, penguburan jenazah, perkakas multi-komponen rumit dam ukiran tulang, tambah Neubauer.

Fosil Homo sapiens paling awal yang diketahui, berusia 300.000 tahun dari satu situs di Maroko dan berusia 195.000 tahun dari situs di Ethiopia, memiliki otak memanjang seperti milik manusia Neanderthal, kerabat terdekat spesies kita yang punah puluhan ribu tahun lalu, sementara fosil-fosil dari masa selanjutnya menjadi lebih membulat.

Para peneliti menganalisis fosil-fosil Homo sapiens dari utara, timur dan selatan Afrika, Timur Tengah, dan Eropa.

"Temuan-temuan kami menambah akumulasi bukti arkeologi dan paleoantropologi yang menunjukkan bahwa Homo sapiens adalah spesies yang berkembang dengan akar Afrika dalam dan perubahan gradual sepanjang masa dalam perilaku modernitas, organisasi otak dan mungkin sekali fungsi otak," kata Neubauer sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.