Bandung (ANTARA News) - Pusat teknologi dan inovasi besutan Kementerian Perindustrian Bandung Techno Park (BTP) akan mensinergikan lingkungan akademik dengan lingkungan industri yang membutuhkan dukungan pengembangan bisnis, teknologi, dan inovasi.


“Kita harapkan BTP dan techno park lainnya di Indonesia dapat menarik investor ke berbagai daerah di Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Bandung, Selasa.

BTP hadir di di kawasan pendidikan Telkom, di mana Telkom University sebagai pendukung utama BTP memiliki 800 orang dosen dan peneliti, serta 27.000 mahasiswa.

Kawasan BTP berdiri di atas lahan seluas 5,5 hektare yang direncanakan akan dibangun 11 gedung sebagai gedung utama, pusat pengembangan start up, pusat penelitian dan pengembangan atau R&D center, pusat data, pelatihan dan pusat sertifikasi, serta gedung mitra industri.

“Tujuan pembangunan BTP adalah untuk menghadirkan ekosistem yang menunjang tumbuh kembangnya inovasi dan kewirausahaan khususnya dibidang ICT,” ujar Airlangga.

Sementara itu, Direktur BTP Adiwijaya mengatakan, BTP ingin berkontribusi dalam pengembangan industri di Indonesia, sehingga dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang semakin kuat.

“Kami ingin berkontribusi untuk kemajuan teknologi dan inovasi, sehingga bisa berkontribusi dalam perekonomian regional. BTP adalah intermediator antara akademik dan bisnis,” ujar Adi.

Adi berharap, kehadiran BTP juga dapat menjadi katalisator tumbuh kembangnya produk-produk lokal dan berkembangnya IKM ICT, yang selanjutnya dapt mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Adapun produk unggulan BTP yaitu bus billing, detektor polusi, KWH meter, touchboard, volume detector, agricultural system information management (SIM), IP Phone dan USB key.

BTP juga menginisiasi kerja sama dengan Electronic and Telecomunication Research Institute (ETRI) Korea, Industrial Technology Research Institute (ITRI) Taiwan dan Huawei.