Banyumas (ANTARA News) - Stok beras untuk wilayah di eks Keresidenan Banyumas, Jawa Tengah, yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, mencukupi kebutuhan, kata Kepala Perum Bulog Subdivisi Regional Banyumas Setio Wastono.

"Ketersediaan beras di Banyumas sangat cukup, kami punya stok melebihi empat hingga lima bulan ke depan," katanya di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Minggu.

Wastono mengatakan hal itu saat berdialog dengan Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian Siti Munifah usai panen perdana di lahan seluas 42,5 hektare milik Kelompok Tani Bumi Jaya, Desa Tinggarjaya.

Bahkan saat sekarang, kata dia, pihaknya juga sedang melakukan penetrasi pasar serta menyerap gabah hasil panen petani dengan pendekatan komersial dengan volume yang telah terserap mencapai 70 ton.

Terkait dengan hal itu, Kapusluh BPPSDMP Kementan Siti Munifah mengharapkan wilayah Banyumas tidak "diserang" beras impor karena sudah berkecukupan.

Saat ditemui wartawan, Wastono mengatakan ketersediaan stok beras untuk wilayah Banyumas yang diperkirakan masih mencukupi kebutuhan hingga empat-lima bulan ke depan itu disebabkan adanya perubahan bantuan sosial beras untuk keluarga miskin.

Dalam hal ini, alokasi beras untuk keluarga sejahtera (rastra) yang sebelumnya sebanyak 15 kilogram per rumah tangga sasaran (RTS) berubah menjadi 10 kilogram per RTS yang disalurkan secara gratis atau tidak dipungut biaya penebusan sebesar Rp1.600 per kilogram seperti sebelumnya.

"Dengan demikian, otomatis stok kami jadi bertambah," katanya.

Menurut dia, penyaluran bansos beras untuk keluarga miskin di wilayah Banyumas itu direncanakan akan dilaksanakan paling lambat akhir bulan Januari sebagai salah satu upaya menekan gejolak kenaikan harga beras di pasaran.

Terkait dengan upaya menekan kenaikan harga beras, dia mengatakan operasi pasar terhadap beras terus dilaksanakan sesuai dengan penugasan dari Kementerian Perdagangan, yakni hingga tanggal 31 Maret 2018.

"Jumlah beras yang disediakan untuk operasi pasar tidak terbatas karena menggunakan cadangan beras pemerintah. Jadi, stok untuk empat hingga lima bulan ke depan itu juga untuk operasi pasar, rastra, dan sebagainya," kata Wastono.