Jakarta (ANTARA News) - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memimpin pelaksanaan Apel Khusus awal Tahun Baru 2018, yang diikuti oleh 2.884 Prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) jajaran Mabes TNI, bertempat di Lapangan Upacara Gedung B-3 Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat pengabdian seluruh Prajurit dan ASN jajaran TNI, karena telah melewati tahun 2017 dengan sarat prestasi dan kinerja yang baik.

"Perkembangan situasi dan kondisi keamanan nasional saat ini lebih baik dari pada tahun-tahun sebelumnya. Selama kurun waktu satu tahun telah banyak yang kita perbuat sesuai tugas yang diamanahkan kepada TNI, baik Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP)," ujarnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, banyak tugas OMSP yang telah dikerjakan oleh prajurit TNI yang melebihi panggilan tugas. Salah satunya di penghujung tahun 2017, prajurit TNI berhasil membebaskan sandera di Timika, Papua Barat.

Demikian juga pelaksanaan tugas luar negeri, prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB dinilai berhasil karena dapat berbaur dengan masyarakat setempat dan diapresiasi oleh masyarakat dunia.

"Inilah wujud profesionalisme yang telah ditunjukkan oleh para prajurit TNI," katanya.

Panglima TNI berharap prestasi dan kinerja optimal TNI yang telah mendapatkan penilaian positif dari masyarakat selama ini harus senantiasa dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang.

"Impelementasinya, prajurit dan ASN jajaran TNI harus selalu menjadi suri tauladan dalam kepatuhan dan ketaatan terhadap ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku dimanapun berada dan bertugas," tegasnya.

Pada Apel Khusus tersebut Panglima TNI juga menyampaikan, dibalik kesuksesan pelaksanaan tugas tersebut masih ada oknum Prajurit dan ASN TNI melakukan tindakan dan perilaku yang melanggar norma dan ketentuan-ketentuan yang berlaku.

"Semua pelanggaran yang dilakukan oleh oknum Prajurit dan ASN TNI harus diselesaikan secara adil dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujarnya.

Dalam menghadapi tantangan yang tidak semakin ringan ke depan, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa TNI akan terus mentransformasi diri menjadi suatu organisasi yang profesional, modern, dan tangguh.

Menurutnya, TNI harus berisikan SDM yang berjiwa satria, militan, loyal dan profesional sehingga mampu menghadapi berbagai bentuk ancaman, baik yang datangnya dari luar maupun dalam negeri.

"Pengelolaan SDM TNI harus berbasis kompetensi untuk mencapai standar kemampuan dan profesionalisme, rekrutmen dilaksanakan secara bersih, transparan, humanis, dan bebas KKN," tegasnya.

Pada aspek kesejahteraan, ke depan TNI akan berorientasi pada peningkatan kinerja dan akuntabilitas organisasi untuk mencapai remunerasi secara bertahap sampai 100 persen, peningkatan gaji dan lauk pauk prajurit serta pemenuhan kebutuhan perlengkapan perorangan.

"Hal lainnya yang tidak kalah penting adalah pemenuhan perumahan dinas, kemudahan akses pendidikan serta pelayanan kesehatan prajurit dan keluarganya," kata mantan Irjen Kementerian Pertahanan ini.

Terkait dengan pelaksanaan Pilkada, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan kembali bahwa TNI akan tetap netral dan menjamin Pilkada berjalan aman, tertib dan lancar.

"Kepada seluruh prajurit TNI, saya perintahkan untuk bersikap netral dan melaksanakan pengamanan sesuai dengan prosedur yang berlaku," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Hadi Tjahjanto mengimbau agar prajurit menyikapi secara cerdas terhadap perkembangan lingkungan strategis, upaya adu domba, provokasi, penyalahgunaan media sosial dan serangan cyber dengan memanfaatkan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

"Tingkatkan kualitas kinerja prajurit, kembangkan budaya belajar dan berlatih dengan dilandasi disiplin, dedikasi dan semangat kerja menuju TNI yang militan, loyal dan profesional," ucapnya.