Gaza City (ANTARA News) - Pemilik kebun binatang swasta di Jalur Gaza yang miskin terpaksa menjual tiga anak singanya karena tak bisa lagi memberi mereka makan.

Mohammad Ahmad Jumaa memanfaatkan media sosial untuk mengiklankan ketiga binatang itu dengan harga masing-masing 3.500 dinar Jordan (Rp66,7 juta).

Tiga anak singa itu diberi nama Palestine, Al-Quds (Yerusalam dalam bahasa Arab) dan Erdogan (diambil dari nama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan). Sejauh ini dia sudah menerima beberapa telepon mengenai iklan di Facebook, tapi belum ada yang membelinya.

"Akibat situasi ekonomi yang buruk dan sulitnya mencari makan dan minum (untuk binatang), saya terpaksa menawarkan tiga anak singa yang lahir sekitar bulan lalu untuk dijual," katanya seperti dilansir AFP.

Dia mengatakan uang hasil penjualan binatang itu dibutuhkan untuk membiayai binatang lainnya, dua singa jantan dan tiga singa betina.

Jumaa, yang memiliki kebun binatang di Rafah di perbatasan dengan Mesir selama 23 tahun, mengatakan biaya memberi makan hewan sampai 345 dolar AS (Rp4,6 juta) per bulan.

Pada 2016, satu harimau, dua kura-kura, dua burung elang, dua landak, pelikan, burung emu dan seekor rusa dipindahkan dari kebun binatang yang bobrok di Gaza ke rumah baru di Afrika Selatan, Yordania dan Israel.

Banyak hewan lain yang mati akibat kondisi yang buruk karena pemiliknya kehabisan uang di daerah yang menghadapi tiga perang dengan Israel sejak 2008 dan blokade Israel sepanjang satu dekade.