Jakarta (ANTARA News) - Putri Michael dari Kent, yang menikah dengan sepupu Ratu Elizabeth II, meminta maaf setelah menimbulkan kontroversi saat mengenakan bros "blackamoor" kuno saat makan siang menyambut Natal bersama Ratu Elizabeth di Istana Buckingham.


Acara tersebut dihadiri oleh Pangeran Harry dan tunangannya Meghan Markle, yang memiliki latar belakang ras campuran yakni ayahnya berkulit putih dan ibunya berkulit hitam.


Sebuah foto menunjukkan sang putri datang ke acara kerajaan tersebut dengan bros emas yang menonjol pada dada bagian kirinya.


Bros kontroversial tersebut menunjukkan sosok hitam dengan pakaian dan hiasan emas kerajaan. Perhiasan "blackamoor" saat ini dianggap tidak sensitif secara rasial karena melambangkan perbudakan. Perhiasan yang berasal dari Venesia pada abad ke-16 itu menggambarkan orang kulit hitam yang patuh atau sebagai anggota kerajaan.


Banyak warganet memberi julukan kepada perempuan 72 tahun itu, di mana pers Inggris sebelumnya menjuluki ia sebagai “Princess Pushy”, karena mengenakan perhiasan rasis saat menghadiri acara bersama tunangan Pangeran Harry itu.


The Guardian melaporkan bahwa juru bicara kerajaan mengatakan bahwa dia sangat menyesal karena mengenakan barang itu, yang menurutnya merupakan hadiah yang sering dia pakai tanpa masalah.


"Bros itu adalah hadiah dan telah sering dipakai sebelumnya. Putri Michael sangat menyesal dan tertekan sehingga menyebabkan penghinaan,” kata juru bicara itu.


Makan siang menyambut Natal tersebut merupakan pertemuan pertama Markle dengan seluruh keluarga kerajaan, yang tiba di Istana Buckingham.


Ini bukan pertama kalinya "Princess Pushy" terlibat dalam skandal rasis. Pada 2004, New York Times melaporkan bahwa puteri kerajaan tersebut bikin geger di sebuah meja pengunjung yang bising dan menyuruh mereka untuk “kembali ke koloni-koloni.”


Diketahui, pengunjung makan malam itu adalah orang-orang New York berkulit hitam, seorang bankir, eksekutif di industry musik, pengacara, konsultan hubungan masyarakat dan reporter televisi, dan ceritanya dipublikasikan setelah mereka menganggap peristiwa itu sebagai rasis.


Saat itu, Putri Michael mengatakan kepada The New York Post bahwa dia berkata, “Anda harus ingat pada koloni-koloni itu,” dan berusaha mengingatkan pengunjung yang makannya lahap bahwa orang memiliki sopan santun saat makan.


Sedangkan untuk Markle, bintang Suits tersebut berbicara kepada BBC tentang rasisme yang dihadapinya sejak dia mengumumkan hubungan dia dengan kerajaan.


"Ini menyedihkan, Anda tahu ini memalukan bahwa iklim di dunia ini sangat memusatkan perhatian pada hal itu atau itu akan menjadi diskriminatif dalam pengertian itu, tapi saya pikir, pada akhirnya saya benar-benar bangga siapa saya dan dari mana asal saya, dan kita tidak pernah fokus pada hal itu. Kami hanya fokus pada siapa kita sebagai pasangan,” ungkapnya. Demikian diberitakan eonline.