Jakarta (ANTARA News) - Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, telah dilantik dan menjalani upacara serah terima jabatan sebagai panglima TNI, dari seniornya, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Siapa pengganti Tjahjanto sebagai kepala staf TNI AU?


Wakil Ketua Komisi I DPR, Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) Tubagus Hasanuddin, berpandangan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal Madya TNI Yuyu Sutisna, memiliki peluang besar menempati posisi itu. Hingga kini, Tjahjanto masih merangkap sebagai kepala staf TNI AU selain menjadi panglima TNI.

Menurut Hasanuddin, di Jakarta, Senin, adalah kewenangan panglima TNI merumuskan nama pengganti kepala staf TNI AU itu melalui Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi Markas Besar TNI. Setelah selesai di tingkat Markas Besar TNI selanjutnya diajukan kepada presiden untuk kemudian diputuskan oleh kepala pemerintahan itu.



Kelazimannya, kepala staf TNI AU adalah perwira tinggi yang pernah menjabat panglima Komando Operasi Udara I atau II TNI AU, panglima Komando Pertahanan Udara Nasional TNI, asisten kepala staf TNI AU, atau jabatan lain yang sederajat; apakah itu di dalam organisasi TNI AU, TNI, atau instansi lain, di antaranya kepala Badan SAR Nasional.




Yang terakhir ini, dijabat seorang perwira tinggi TNI dengan pangkat marsekal muda, marsekal madya, mayor jenderal marinir, atau letnan jenderal marinir.




Intinya, jabatan kepala staf TNI AU "terbuka" untuk perwira tinggi TNI AU berpangkat marsekal muda (dua bintang) atau marsekal madya (tiga bintang).




Dalam sejarah TNI AU, sudah tiga kali seorang wakil kepala staf TNI AU naik jabatan menjadi kepala staf TNI AU, yaitu Marsekal Madya TNI Herman Prayitno (dilantik 13 Februari 2006), Marsekal Madya TNI Soebandrio (28 Desember 2007), dan Marsekal Madya TNI Imam Sufaat (9 November 2009).




Adapun Marsekal TNI Djoko Suyanto yang kemudian adalah panglima TNI, sebelum menjadi kepala staf TNI AU (dilantik 18 Februari 2005) adalah asisten operasi kepala staf TNI AU. Hal serupa juga terjadi pada Marsekal TNI Hanafie Asnan, yang sebelumnya adalah asisten logistik kepala staf TNI AU; dia dilantik menjadi kepala staf TNI AU pada 3 Juli 1998).

Menurut Hasanuddin, "Panglima TNI tentu akan memilih KSAU baru melalui Wanjakti. Untuk jabatan di bawah Panglima TNI, Komisi I DPR tidak ikut-ikut lagi."

Sutisna alumnus Akademi TNI AU tahun kelulusan 1986 alias satu angkatan dengan Tjahjanto. Sutisna memiliki karir militer sebagai penerbang Skuadron Udara 14 dengan pesawat tempur F-5 E/F Tiger II, di Pangkalan Udara TNI AU Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur. Dia akhirnya menjadi komandan di pangkalan udara terkuat di Indonesia itu.




Karir selanjutnya, Sutisna menjadi wakil asisten operasi kepala staf TNI AU dan staf khusus kepala staf TNI AU. Dia juga meraih predikat lulusan terbaik pada pendidikan Sekolah Staf dan Komando TNI AU pada 2010 serta pada pendidikan PPSA Angkatan XIX pada 2013.