Purwokerto (ANTARA News) - Sejumlah kereta api lintas selatan mengalami keterlambatan akibat banjir di Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, kata Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko.

"Beberapa KA lintas selatan yang terdampak banjir di Porong, antara lain KA 101 relasi Jember-Surabayagubeng-Purwokerto-Cirebon yang sementara mengalami kelambatan 150 menit," katanya di Purwokerto, Jawa Tengah, Senin.

Selain mengalami keterlambatan, kata dia, rute beberapa KA dibatalkan atau dipangkas sebagian, antara lain KA 102 Ranggajati relasi Cirebon-Purwokerto-Surabayagubeng-Jember menjadi Cirebon-Purwokerto-Surabayagubeng serta KA 187 Logawa relasi Purwokerto-Surabayagubeng-Jember menjadi Puwokerto-Surabayagubeng.

Ia mengatakan PT KAI (Persero) juga menetapkan skenario operasi perjalanan KA untuk melayani penumpang pada hari Senin (27/11), yakni KA Bima relasi Kertosono-Surabayagubeng-Malang dibatalkan sehingga hanya melayani relasi Gambir-Purwokerto-Kertosono dan sebagai gantinya dioperasikan Kereta Luar Biasa (KLB) relasi Kertosono-Blitar-Malang.

Menurut dia, pembatalan relasi Kertosono-Surabayagubeng-Malang juga dilakukan terhadap KA Mutiara Selatan relasi Bandung-Surabayagubeng-Malang dan sebagai gantinya dioperasikan KLB relasi Kertosono-Blitar-Malang.

"Penumpang KA Bima dan KA Mutiara Selatan dengan tujuan Malang, dapat turun di Kertosono dan kemudian dilanjutkan menuju Malang menggunakan KLB relasi Kertosono-Blitar-Malang. Sementara untuk penumpang KA Bima dan KA Mutiara Selatan yang berangkat dari Surabayagubeng akan menggunakan rangkaian KLB Surabayagubeng-Kertosono," jelasnya.

Lebih lanjut, Ixfan mengatakan skenario operasi perjalanan KA tersebut dilakukan karena sejak hari Minggu (26/11) terjadi banjir yang menggenangi petak jalan Tanggulangin-Porong sehingga tidak bisa dilewati kereta api.

Ia mengatakan berdasarkan informasi dari PT KAI Daop 8 Surabaya, perjalanan beberapa KA yang melewati jalur tersebut terhambat dan tertahan di stasiun sehingga penumpangnya dialihkan menggunakan bus.

"Beberapa perjalanan KA dari arah Malang dengan tujuan Jakarta/Bandung yang melewati Surabaya juga harus memutar ke arah Blitar, Kediri, dan Kertosono. Bahkan, beberapa perjalanan KA yang melewati jalur tersebut mengalami pembatalan dan PT KAI (Persero) mengembalikan 100 persen bea perjalanan kepada penumpang yang membatalkan tiketnya," katanya.

Terkait dengan upaya mengatasi gangguan perjalanan tersebut, dia mengatakan PT KAI Daop 8 Surabaya telah melakukan upaya normalisasi jalur selama 1x24 jam sejak kejadian dengan meninggikan rel menggunakan "Multiple-Tie Tamper (MTT)" dan penambahan batu balas.

Akan tetapi hingga Senin (27/11) pagi, kata dia, jalur tersebut tetap belum bisa dilewati KA karena ketinggian air mencapai 29 sentimeter di atas kop rel.

"Atas bencana alam yang mengakibatkan keterlambatan perjalanan kereta api ini, kami atas nama PT KAI (Persero) menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pengguna jasa KA yang perjalanannya mengalami keterlambatan maupun yang mengalami pembatalan perjalanan. Bagi yang mengalami pembatalan perjalanan, silakan mengambil kembali bea tiketnya 100 persen dengan menunjukkan `boarding pass` asli dan kartu identitas di loket stasiun," katanya.

Ia mengatakan hingga saat ini, PT KAI Daop 8 Surabaya masih terus berupaya untuk menyurutkan air di lokasi terdampak banjir dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melayani penumpang KA yang mengalami keterlambatan maupun yang dialihkan dengan moda transportasi lain.