Jonatan buat kejutan, tunggal putra masih punya harapan
15 November 2017 19:50 WIB
Arsip - Pebulu tangkis Indonesia Jonatan Christie meluapkan emosi saat berhasil meraih poin dari pebulu tangkis Thailand Khosit Phetradab pada semi final beregu putra SEA Games XXIX di Axiata Arena, kawasan Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (23/8/2017).. Tim beregu putra Indonesia lolos ke final setelah mengalahkan Kamboja 3-1. Indonesia akan menghadapi Malaysia pada babak final. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta (ANTARA News) - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, membuat kejutan dengan menekuk pemain senior tuan rumah, Lin Dan, dalam putaran pertama turnamen bulu tangkis China Terbuka 2017, Rabu.
Jonatan yang datang tanpa status unggulan, berhasil menyingkirkan pemain senior unggulan tiga tersebut di depan publiknya sendiri dengan kemenangan dua gim langsung 21-19, 21-16 yang sekaligus membuat Indonesia masih memiliki harapan di sektor tunggal putra turnamen level Super Series Premier tersebut.
"Titik paling penting ada di gim pertama. Karena poinnya selalu ketat. Saya sendiri berusaha tidak kecolongan di gim pertama, karena bisa jadi di gim kedua dia lebih percaya diri dan saya jadi ngedrop. Jadi sebisa mungkin poin-poin penting saya paksa, apalagi ketika 17 sama, saya banyakin smash dan cepetin di lapangan," kata Jonatan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.
Menang di gim pertama, Jonatan meneruskan tren positif penampilannya di gim kedua. Ia terus memimpin jalannya pertandingan hingga 20-9. Suasana sempat menegang manakala Jonatan tak bisa mengalahkan Lin Dan begitu saja.
Jonatan bahkan harus bersabar ketika Lin Dan mencoba menyusul hingga 20-16. Beruntung akhirnya tunggal putra Pelatnas PBSI tersebut bisa memenangkan gim kedua dengan 21-16.
"Tadi saya sudah unggul 20-9, dari situ dia mencoba bermain all out aja. Karena di gim kedua awal dia agak tegang. Berasa dari gim pertama kami salaman saja tangannya sudah dingin. Sebagai pemain kami bisa merasakan kalau lawan lagi nervous. Saya juga kalau tegang tangannya suka dingin. Ternyata walaupun dia sudah juara Olimpiade dua kali, dia tetap ada tegangnya. Itu yang membuat saya percaya diri," ujar Jonatan.
Hal itu terlihat, tambah Jonatan, ketika di gim kedua bola-bola Lin Dan banyak yang keluar sehingga membuka kesempatan wakil Indonesia untuk mengunci kemenangannya.
"Ini jadi hari terbaik saya juga. Karena pertama kali main di China Terbuka Super Series Premier ini. Selanjutnya saya berusaha menikmati dan bermain tanpa beban serta bemain all out saja," katanya.
Kemenangan ini, selain memperkecil rekor buruk pertemuan Jonatan dengan Lin Dan menjadi 2-3, membuat Jonatan menjadi satu-satunya tunggal putra tersisa, selepas Anthony Sinisuka Ginting ditumbangkan wakil Hong Kong Ng Ka Long Angus yang akan menjadi lawannya di putaran dua.
Jonatan yang datang tanpa status unggulan, berhasil menyingkirkan pemain senior unggulan tiga tersebut di depan publiknya sendiri dengan kemenangan dua gim langsung 21-19, 21-16 yang sekaligus membuat Indonesia masih memiliki harapan di sektor tunggal putra turnamen level Super Series Premier tersebut.
"Titik paling penting ada di gim pertama. Karena poinnya selalu ketat. Saya sendiri berusaha tidak kecolongan di gim pertama, karena bisa jadi di gim kedua dia lebih percaya diri dan saya jadi ngedrop. Jadi sebisa mungkin poin-poin penting saya paksa, apalagi ketika 17 sama, saya banyakin smash dan cepetin di lapangan," kata Jonatan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.
Menang di gim pertama, Jonatan meneruskan tren positif penampilannya di gim kedua. Ia terus memimpin jalannya pertandingan hingga 20-9. Suasana sempat menegang manakala Jonatan tak bisa mengalahkan Lin Dan begitu saja.
Jonatan bahkan harus bersabar ketika Lin Dan mencoba menyusul hingga 20-16. Beruntung akhirnya tunggal putra Pelatnas PBSI tersebut bisa memenangkan gim kedua dengan 21-16.
"Tadi saya sudah unggul 20-9, dari situ dia mencoba bermain all out aja. Karena di gim kedua awal dia agak tegang. Berasa dari gim pertama kami salaman saja tangannya sudah dingin. Sebagai pemain kami bisa merasakan kalau lawan lagi nervous. Saya juga kalau tegang tangannya suka dingin. Ternyata walaupun dia sudah juara Olimpiade dua kali, dia tetap ada tegangnya. Itu yang membuat saya percaya diri," ujar Jonatan.
Hal itu terlihat, tambah Jonatan, ketika di gim kedua bola-bola Lin Dan banyak yang keluar sehingga membuka kesempatan wakil Indonesia untuk mengunci kemenangannya.
"Ini jadi hari terbaik saya juga. Karena pertama kali main di China Terbuka Super Series Premier ini. Selanjutnya saya berusaha menikmati dan bermain tanpa beban serta bemain all out saja," katanya.
Kemenangan ini, selain memperkecil rekor buruk pertemuan Jonatan dengan Lin Dan menjadi 2-3, membuat Jonatan menjadi satu-satunya tunggal putra tersisa, selepas Anthony Sinisuka Ginting ditumbangkan wakil Hong Kong Ng Ka Long Angus yang akan menjadi lawannya di putaran dua.
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2017
Tags: