Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menggandeng Dinas Psikologi TNI Angkatan Laut dalam tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Psikotes penerimaan calon pegawai negeri sipil yang digelar 24-25 Oktober 2017.

Tes SKB merupakan salah satu tahapan dalam seleksi CPNS yang bertujuan untuk mengetahui integritas, sikap individu, kejujuran serta metode kerja CPNS.

Kepala Biro Umum Kemenko Kemaritiman Sehat Sujarwo dalam siaran pers di Jakarta, Rabu, menjelaskan dari 2.212 calon peserta, telah tersisa 109 calon peserta, yang diharapkan memiliki kejujuran tinggi selama aktif mengabdi negara.

"Maka dari itu kami bekerjasama dengan Dinas Psikologi TNI AL Surabaya. Kita perlu menggunakan lembaga yang sangat kredibel. Kita tidak mau akuntabelnya diragukan. Sehingga kita memilih bermitra sehingga hasilnya bisa kita pertanggungjawabkan," katanya.

Seleksi CPNS 2017 merupakan penerimaan CPNS pertama di Kemenko Kemaritiman sehingga diharapkan dapat menjaring PNS yang unggul.

"PNS yang kompetensinya baik, integritasnya baik dan kejujurannya juga baik, sehingga diharapkan anak-anak muda yang terpilih nanti, adalah yang terbaik untuk Kemenko Maritim," katanya.

Sehat menuturkan kementerian yang dipimpin Luhut Binsar Pandjaitan itu ingin menghindari rumor bahwa menjadi CPNS bisa dibayar dan diatur sehingga berupaya untuk melalukannya sejak proses rekrutmen.

"Kemenko Maritim ini masih baru, maka dari itu dari awal kita bangun budaya bersih dan jujur karena itu modal untuk masa depan," pungkasnya.

Dalam seleksi CPNS 2017, ada beberapa tahapan yaitu tahapan awal pendaftaran administrasi dan kompetensi dasar.

Tes kompetensi dasar sendiri dibagi lagi menjadi tiga komponen dengan tingkat kelulusan yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi.

Setelah lolos tingkat kelulusan SKD, masih ada tahapan Seleksi Kompetensi Bidang berupa psikotes dan wawancara.