Ankara (ANTARA News) - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (3/10), meminta bank sentral negara itu untuk memangkas suku bunga meski inflasi melonjak menjadi lebih dari 11 persen dan memperingatkan potensi "bencana" jika itu tidak dilakukan.




Biro statistik nasional Turki mengungkapkan harga-harga konsumen naik 11,2 persen pada September dari periode yang sama setahun sebelumnya sementara inflasi pada Agustus sebesar 10,68 persen.




Namun, Erdogan memperingatkan bank sentral bahwa sekarang merupakan saat yang tepat untuk memangkas suku bunga. Pemimpin Turki tersebut ingin mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang menjadi fondasi kesuksesaan partainya saat pemilu.




"Jika suku bunga turun, inflasi turun. Jika suku bunga tinggi, inflasi juga tinggi," ujar Erdogan kepada fraksi Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di parlemen.




Namun, berdasarkan kebijakan ekonomi konvensional, inflasi semestinya turun jika suku bunga dinaikkan karena hal itu akan menekan permintaan dan memperlemah pertumbuhan peredaran uang dalam roda perekonomian.




Bank sentral di berbagai belahan dunia termasuk Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga sebagai perangkat kebijakan moneter untuk menurunkan inflasi sesuai dengan target, demikian AFP. (ab/)