Kulon Progo (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, meluncurkan program "Profesor Goes To School" untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkepribadian dan kompeten dengan akan adanya Bandara New Yogyakarta Airport International.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di Kulon Progo, Jumat, mengharapkan program "Profesor Goes To School" dapat menjadikan pendidikan di Kulon Progo lebih baik sebagai upaya untuk menghadapi adanya bandara.

"Kami berharap jangan sampai masyarakat Kulon Progo hanya menjadi penonton saat bandara telah beroperasi nantinya," kata Hasto.

Ia mengatakan Profesor Goes To School diharapkan menjadi solusi adanya pembangunan bandara dan ekonomi masyarakat, tentang bagaimana agar rakyat tidak hanya jadi penonton. Tentang bagaimana kemitraan rakyat, pengusaha atau investor, kemudian rakyat tidak hanya jadi penonton.

"Kami perlu bimbingan para profesor bahwa bapak ibu guru punya peran yang sangat besar untuk mengantar siswa kita itu menjadi kompeten. Cuma kami ingatkan cita-citanya jangan hanya kompeten, tapi profesien," kata Hasto Wardoyo.

Harapannya dengan kerja gama profesor dan guru ini mengantarkan bapak ibu guru dapat tingkatkan tidak hanya kepada kompeten, tapi profesien. Karena dengan profesien itu sangat efisien.

Menurut dia, guru memiliki banyak peran penting untuk menciptakan siswa yang berkompeten. Tidak menutup kemungkinan ke depannya juga akan dilakukan kerja sama dengan guru besar terkait sekolah kedirgantaraan.

"Harapan saya kerja sama antara profesor dengan bapak ibu guru itu mengantarkan para guru ke tingkatan profisien," katanya.

Guru Besar UGM Prof. Dr Suratman Woro Suprojo mengatakan program Profesor Goes To School merupakan bagian inovasi pembelajaran untuk mencetak generasi bangsa dengan rasa cinta tanah air yang tinggi.

Menurutnya, guru itu selama ini dipandang sebagai pahlawan pembangunan, insan cendekia, dan menjadi sumber inspirasi, inovasi, dan keteladanan. Seiring perkembangan zaman guru itu seharusnya mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan.

"Program ini sebagai bagin inovasi pembelajaran yang mampu mengembangkan wawasan dan penguatan proses pembelajaran," kata Prof. Suratman.

(U.KR-STR/B015)