Jakarta (ANTARA News) - Pasar Kreasi Indonesia menghadirkan produk kreatif berupa kain tradisional Indonesia hingga mebel dari 31 perusahaan yang sudah dikurasi.




Dengan konsep pop up store modern, berbagai produk yang didominasi bahan kayu, rotan hingga bambu berjejer rapi nan elegan di lantai 3 dan 4 Plaza Indonesia, Jakarta.




Salah satu produk yang dipamerkan adalah perabotan rumah dari bambu berhias kain batik yang dibuat oleh pengrajin Cilacap dari Raja Serayu.




Mereka membuat beragam pernak-pernik rumah yang kental dengan aksen Indonesia, mulai dari nampan hingga kotak penyimpanan.




Kombinasi bambu dan batik ini diharapkan bisa membuat nilai ekonomi baru serta mempererat hubungan antara bisnis dan keberlangsungan lingkungan.




Di sudut lain, ada juga aneka sisir berbahan kayu dari Major dengan berbagai variasi model. Mulai dari sisir yang bisa dilipat, sisir untuk rambut keriting, hingga ukuran kecil yang bisa diselipkan di saku.




Sisir unik ini diklaim bisa bertahan selama mungkin asalkan rutin dirawat dan dibersihkan dengan minyak alami. Merek ini juga menawarkan pomade yang pun kemasannya serba kayu.




Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan Indonesia tidak bisa menutup diri dari produk buatan asing, tetapi bisa menjalankan strategi agar tidak kalah bersaing.




"Yang bisa dilakukan adalah menghadirkan produk kita, menunjukkan bahwa produk kita tidak kalah," katanya dalam pembukaan Pasar Kreasi Indonesia di Jakarta, Rabu.




Pasar Kreasi Indonesia yang merupakan kerjasama dari Kementerian Perdagangan dan Plaza Indonesia berlangsung hingga 24 September 2017.