Jakarta (ANTARA News) - Ingin menyantap telur dadar versi mewah yang membuat sarapan terasa istimewa? Coba santap telur dadar Arnold Bennett, menu klasik khas Inggris yang resepnya tercipta hampir seabad lalu.




Omelet Arnold Bennett dibuat pertama kali pada 1920 oleh koki di hotel The Savoy khusus untuk memenuhi selera sang penulis yang menginap di sana.




Hingga kini, telur dadar Arnold Bennett menjadi menu permanen di hotel Savoy. Omelet ini juga bisa ditemui di restoran yang menyajikan makanan tradisional Inggris.




"Arnold Bennett seperti J.K. Rowling masa lalu. Pada 1920 dia sedang menulis novel di hotel Savoy, kemudian dia meminta koki membuatkan resep omelet ini," jelas Executive Sous Chef dari Savoy, Francisco Hernandez di Hotel Fairmont Jakarta, Rabu.




Saking sukanya Bennett dengan omelet buatan sang koki, dia selalu membawa resep itu ke mana pun ia pergi agar setiap koki di tempatnya menginap bisa membuatkan telur dadar itu.




Omelet Arnold Bennett dibuat dari telur, ikan haddock asap, keju gruyere dan saus hollandaise.











Pertama-tama, telur dimasak seperti membuat omelet biasa, baru kemudian ikan haddock asap dimasukkan saat telur hampir matang. Lalu tambahkan keju gruyere dan saus hollandaise di bagian atas telur yang dimatangkan selama semenit di mesin salamander.




Hasilnya, telur dadar yang gurih, lembut dan seakan meleleh di mulut.




Khusus untuk penyajian di Jakarta, bahan ikan haddock asap diganti dengan lobster Irian yang tak kalah lezat.




Menu klasik itu diboyong ke Jakarta sebagai bagian dari acara "When Jakarta Meets London - Bringing The Heritage of The Savoy to the City" di Fairmont Jakarta pada 24-27 Agustus 2-17.




Pengunjung bisa merasakan British Afternoon Tea dengan resep rahasia dari Thames Foyer, tempat bersosialisasi sambil menikmati teh di Savoy, buatan pastry chef Luc Bigeard.




Mixologist Witek Wojaczek juga siap menyajikan cocktail klasik khas Savoy seperti Moonwalk yang dibuat untuk merayakan pendaratan Neil Armstrong di bulan. Cocktail ini ini diminum pertama kalinya oleh Neil Armstrong setelah kembali dari misi luar angkasa.