Berlin (ANTARA News) - Kepergian Inggris dari Uni Eropa membuat rantai pasokan trans-nasional industri-industri Jerman berisiko, sebuah laporan yang diterbitkan oleh The Cologne Institute for Economic Research (IW) pada Selasa (25/7) memperingatkan.

"Rantai pasokan yang ada saat ini bisa terkoyak oleh Brexit dalam skenario terburuk," ekonom IW dan penulis laporan Berthold Busch mengatakan.

Industri-industri kontinental telah menjadi semakin terjalin sebagai konsekuensi integrasi Uni Eropa, dengan bagian-bagian individual sering melintasi beberapa perbatasan nasional sebelum dipasang dalam produk akhir, kata laporan tersebut.

Pada 2014, perusahaan-perusahaan Inggris memasok barang dan jasa awal senilai sekitar 200 miliar dolar AS ke Uni Eropa. Sebesar 36 miliar dolar AS di antaranya pergi ke Jerman.

Kerja sama semacam itu kini terancam punah, menurut laporan tersebut.

Paling tidak, perdagangan akan menjadi lebih mahal karena pengenaan tarif jika sebuah perjanjian perdagangan bebas antara Inggris dan Uni Eropa tidak tercapai, tambah laporan tersebut.

"Industri Jerman akan terpukul keras tanpa kesepakatan perdagangan bebas," Busch memperingatkan.

Situasinya tidak lebih baik bagi produsen Inggris, mengingat penyedia jasa di atas semua takut kehilangan akses ke pelanggan Eropa dan Jerman.

Pada akhirnya, konsumen Jerman harus membayar harga produk-produk yang lebih mahal jika Uni Eropa dan Inggris tidak meminimalkan hambatan tarif dan non-tarif terhadap arus barang, jasa, modal dan tenaga kerja, kata laporan tersebut.