Jakarta (ANTARA News) - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terus mengedepankan sistem "online" demi transparansi yang salah satunya diaplikasikan pada alih status pemain terutama yang berlaga di kompetisi tertinggi di Tanah Air yaitu Liga 1 maupun Liga 2.

Sekjen PSSI Ratu Tisha dalam keterangan tertulis yang diterima media di Jakarta, Selasa mengatakan penggunaan sistem online ini sasarannya adalah mengedepankan transparansi serta efisiensi kerja dalam organisasi.

"Desain besar dari sistem ini tidak lari dari FIFA standar untuk implementasi teknologi yang kemudian telah PSSI tailor made dengan kebutuhan Indonesia. Infrastruktur berbasis teknologi ini dikedepankan untuk menghadapi tantangan akan transparansi dalam pengelolaan sepak bola profesional," katanya.

Sistem alih status secara online diprediksi bakal mempermudah perpindahan pemain dari klub satu ke klub lainnya. Tidak hanya berbicara mengenai kontrak pemain dengan klub, akan tetap juga berbicara mengenai proses alih status yang terdata di PSSI.

Proses alih status itu sendiri dapat terjadi dari amatir ke profesional maupun sebaliknya, sesuai dengan keikutsertaan klub di kompetisi terkait. Dengan traffic yang padat, maka PSSI berinisiatif untuk membangun sistem online, agar proses kerja alih status dapat berjalan dengan efisien dan akuntabel.

"Sistem online alih status pemain akan mempermudah anggota PSSI, klub dan asosiasi provinsi dalam menjalankan prosedur alih status. Dilain pihak, PSSI dapat bekerja lebih cepat untuk melakukan proses monitoring dan validasi, melalui fitur rekam data. Inovasi ini diharapkan dapat menjawab tantangan ke depan sebagai organisasi yang akuntabel dan transparan," kata Tisha menambahkan.

Terobosan yang dilakukan oleh PSSI terkait alih status pemain online ternyata sudah aktif sejak 16 Juli. Sistem ini akan langsung digunakan untuk pendaftaran pemain yang berlaga di Liga 1. Proses sendiri berlangsung 31 Juli hingga 18 Agustus.

Tidak hanya untuk Liga 1. Sistem ini juga digunakan pada Liga 2. Sesuai dengan jadwal proses ini berlangsung mulai 16 Juli hingga 5 Agustus.

Masalah status pemain memang sangat penting dan hal ini menjadi tanggung jawa PSSI sebagai induk organisasi sepak bola Indonesia. Sebenarnya tidak hanya untuk liga profesional (Liga 1 dan 2), namun juga untuk kompetisi amatir yaitu Liga 3 dan kelompok umur.