Muara Teweh, (ANTARA News) - Banjir akibat luapan Sungai Barito di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah terus meluas karena ketinggian banjir di sejumlah desa di dataran rendah bertambah dan sudah merendam rumah warga.

"Saat ini banjir memasuki hari kedua terus naik dan merendam sejumlah jalan bahkan ada sejumlah rumah terendam banjir di kawasan tempat tinggal kami di Kelurahan Jambu Kecamatan Teweh Baru," kata seorang warga Kelurahan Jambu Kecamatan Teweh Baru Irwansyah, Senin.

Kelurahan Jambu yang terendam banjir yakni di Manggala RT 05 dan RT 06 dengan ketinggian air bervariasi antara 0,5 meter hingga 1,5 meter.

Banjir cepat naiknya sehingga sejumlah kawasan dataran masih terendam banjir.

"Kalau di wilayah hulu atau Kabupaten Murung Raya tidak hujan, maka banjir di daerah ini diperkirakan besok mulai surut," katanya.

Sementara banjir yang melanda wilayah Kelurahan Lahei I dan Lahei II Kecamatan Lahei juga terus naik, ketinggian banjir di wilayah Kelurahan Lahei II sekitar 50 centimeter.

"Tadi malam banjir masih belum sampai ke jalan, namun pagi ini sudah merendam sejumlah kawasan rendah di Kelurahan Lahei I," kata seorang warga Kelurahan Lahei II, Haidir.

Dia mengatakan banjir yang paling parah dialami Kelurahan Lahei I yang pagi ini sudah mencapai 1 meter dan ada rumah warga yang mulai terendam banjir.

"Jalan menuju ke Kelurahan Lahei I sudah tidak bisa dilewati kendaraan bermotor dan hanya bisa dijangkau menggunakan perahu bermotor atau sampan," kata dia.

Berdasarkan pantauan di lapangan, untuk dalam kota Muara Teweh, sejumlah rumah yang berada di dataran rendah juga mulai terendam banjir seperti di Jalan Dahlia Gang Paraguai dan Jalan Panglima Batur, sementara Jalan Imam Bonjol dan Jalan Merak sudah tidak bisa dilewati kendaraan bermotor roda empat dan dua.

"Kawasan tempat tinggal kami sudah tidak bisa dilewati kendaraan bermotor karena ketinggin banjir sekitar 0,5 meter," kata warga Jalan Imam Bonjol Muara Teweh, Hamsi.