Waetabula (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinobatkan sebagai Rato Sumba Barat Daya oleh pemerintah setempat saat mengunjungi Pulau Sumba saat menghadiri Parade 1001 Kuda Sandelwood dan Festival Tenun Ikat, Rabu.

"Beliau dianggap sesepuh bagi kami karena telah datang ke Sumba. Masyarakat juga tentu sangat bahagia menyaksikan langsung kedatangan Bapak Presiden," kata Bupati Sumba Barat Daya, Markus D. Tallu.

Ia mengatakan gelar Rato yang diberikan kepada Presiden Jokowi merupakan gelar kehormatan karena sebagai Kepala Negara dan Pemerintahan RI sudah bersedia datang ke Pulau Sumba.

Pemerintah dan masyarakat Sumba, khususnya Sumba Barat Daya, juga menghadiahi Presiden Jokowi berupa sebuah parang ulu gading dan seekor kuda Sandelwood.

"Dengan hadiah itu, maka lengkap sudah Pak Presiden dianggap sebagai seorang Rato, dan ini juga merupakan sebuah kehormatan bagi kami masyarakat Sumba Barat Daya," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kuda merupakan lambang ksatria bagi pria Sumba dan menjadi belis atau mahar bagi perempuan Sumba saat menjalani prosesi pernikahan.

Parang Sumba atau yang dikenal dengan sebutan Katopu, menurut dia, merupakan tanda kemenangan dalam perang bagi pria Sumba.

Oleh karena itu, ia menyatakan dengan hadiah kuda dan parang tersebut mendukung Presiden Jokowi sebagai seorang ksatria yang saat ini tengah memimpin Indonesia untuk menjadi yang lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut Presiden juga sempat menunggangi kuda yang diberikan oleh masyarakat Sumba.

Presiden Jokowi yang hadir dan mengenakan ikat kepala dan berselempang kain tenun menyaksikan festival tenun dan kuda sandelwood terlihat seperti seorang Ksatria Sumba.

Presiden Jokowi juga menyapa ribuan masyarakat Sumba yang datang dari berbagai wilayah jauh dari lokasi acara karena berkeinginan bertemu dengannya. Presiden juga memberikan kesempatan bersalaman dan berfoto bersama masyarakat.