Surabaya (ANTARA News) - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya memiliki empat guru besar baru bidang sosial dan kesehatan yang dikukuhkan Rektor Unair Prof Mochammad Nasih di kampus setempat, Sabtu.

Keempat guru besar baru yang dikukuhkan itu adalah Prof Emy Susanti, Prof Bambang Soeprijanto, Prof Bagong Suyanto dan Prof Ririh Yudhastuti.

Rektor Unair dalam pidatonya berharap keempat guru besar baru tersebut dapat terus menyumbangkan gagasan-gagasan ilmiahnya demi kemajuan bangsa setelah resmi menjadi profesor.

"Guru besar dihadapkan pada tuntutan pengembangan ilmu pengetahuan. Agar kita terus berkembang, maka para guru besar harus melahirkan riset-riset baru," ucapnya.

Nasih mengatakan, selain mengajar dan mengabdi kepada masyarakat, guru besar nantinya juga mempunyai rutinitas baru yakni penelitian. Para profesor diharapkan mempublikasikan penelitiannya tersebut di jurnal-jurnal bereputasi agar bisa direspon oleh masyarakat akademis.

Menurut Nasih bidang kajian yang ditekuni oleh para guru besar baru sudah sesuai dengan tuntutan zaman. Keempat guru besar tersebut memiliki latar keilmuan sosiologi gender, sosiologi ekonomi, kesehatan lingkungan, dan radiologi kedokteran.

"Tanggung jawab guru besar sudah sangat berat karena bersesuaian dengan lingkungan, persaingan hingga perubahan konsumsi. Tidak hanya perubahan fisik, tetapi juga iklim," ujar Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu.

Dengan dikukuhkannya empat guru besar baru, saat ini Unair sudah memiliki 462 guru besar dari berbagai bidang sejak didirikan.

(T.KR-IDS/M019)