Bandung (ANTARA News) - DPP Partai Golkar meminta kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi untuk terus meningkatkan elektabilitasnya dengan melakukan komunikasi kepada masyarakat serta konsolidasi dengan partai-partai politik.

"Melakukan secara intensif, melakukan komunikasi politik dengan rakyat di semua lini konsolidasi dengan partai-partai harus dilakukan," ujar Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham di Bandung, Sabtu.

Ia mengapresiasi langkah Bupati Dedi Mulyadi yang telah membuat terobosan-terobosan dalam meningkatkan elektabilitasnya untuk disiapkan dalam Pilgub Jabar 2017.

Lompatan-lompatan tersebut dapat dilihat dari hasil survei yang dilakukan oleh lembaga-lembaga survei yang kini telah masuk dalam tiga besar kandidat kuat calon gubernur Jawa Barat 2018. Namun Dedi diminta agar terus meningkatkan elektabilitasnya di Jabar.

"Kita bersyukur Dedi meski baru beberapa bulan melakukan pendekatan dengan kekuatan pada adaptasi diri dengan mengedepankan ciri karakter dia melakukan lompatan dihasil survei," ujar dia.

Selain itu, Idrus meminta agar Dedi juga terus membuka komunikasi politik dengan partai lain terlebih Jawa Barat merupakan provinsi besar dengan segala permasalahannya. Hingga perlu menghimpun kekuatan dengan partai lain untuk bisa menyelesaikannya.

"Komunikasi politik dengan partai yang ada. karena bukan karena Golkar belum cukup tapi memang pandangan politik Golkar, bahwa masyarakat kita besar, majemuk, bervariasi dan karena itu untuk memimpin satu provinsi ga bisa sendiri harus ada kebersamaan," kata dia.

"Kita harapkan Dedi selaku ketua DPD Golkar untuk dapat memanfaatkan waktu untuk melakukan dua hal itu," tambahnya.

Saat disinggung mengenai koalisi dengan Ridwan Kamil, menurutnya hal itu masih terbuka. Apalagi, Emil sapaan akrab Ridwan Kamil, kata dia, telah melakukan komunikasi dengan Golkar.

"Beberapa tokoh yang sudah komunikasi kami sangat terbuka kalau memperhatikan nanti pasangan-pasangan bergeser begitu saja. Dan kita proyeksikan seperti itu," katanya.

Saat ini Partai Golkar Jabar memiliki 17 kursi, dan hanya tinggal melengkapi tiga kursi agar bisa mengusungnya sebagai calon gubernur Jabar periode 2018-2023.

(U.KR-ASP/Y003)