Jakarta (ANTARA News) - Perum DAMRI, menyiapkan 639 armada bus untuk masa angkutan Lebaran, yang dioperasikan sejak 15 Juni atau H-10 sampai 11 Juli 2017 atau H+15.

"Tahun ini DAMRI siapkan bus persiapan guna operasi, 639 unit termasuk bus cadangan. Tetapi yang riil dioperasikan 632 unit siap beroperasi untuk seluruh trayek yang kami layani," kata Direktur Keselamatan dan Pelayanan Perum DAMRI Gede Pasek Suardika kepada Antara di Jakarta, Selasa.

Gede Pasek mengatakan tahun lalu DAMRI menyiapkan 659 unit, namun hanya terealisasi 530 bus karena faktor kemacetan di sejumlah ruas jalan tol.

Meski ada penurunan jumlah armada yang disiapkan, DAMRI optimistis ada kenaikan tingkat realisasi bus sebesar 19 persen menjadi 632 unit dari tahun lalu karena prediksi lalu lintas lebih lancar dan penambahan jalan tol fungsional.

Dari 639 bus yang disiapkan, DAMRI memasang kamera CCTV di 218 bus terutama pada bus tujuan Lampung.

Seluruh armada bus akan melayani 82 trayek yang dioperasikan oleh 27 kantor cabang DAMRI dan diberangkatkan dari sejumlah terminal, seperti Kemayoran, Pulogebang, Bogor menuju Purwokerto, Purworejo, Wonosobo, Surakarta, Yogyakarta, Cilacap, Semarang, Ponorogo, Bandar Lampung, dan Palembang.


(Baca juga: Dishub DKI siapkan 563 bus tambahan untuk mudik)

Sementara itu setelah Lebaran, bus akan diberangkatkan antara lain dari Purwokerto, Purworejo, Wonosobo, Surakarta, Yogyakarta, Cilacap, dan Semarang menuju Jakarta.

Jumlah penumpang DAMRI pada masa angkutan Lebaran 2017 diprediksi naik sekitar lima persen dari 320.215 pada 2016 menjadi sekitar 337 ribu pada tahun ini. Beberapa kota di Jawa Tengah, seperti Wonosobo, Purwokerto dan Purworejo menjadi trayek yang banyak dituju pemudik.

Gede pasek menjelaskan animo masyarakat menggunakan DAMRI lebih tinggi dari tahun lalu, yakni dapat dilihat dari ramainya loket pembelian di sejumlah terminal Jabodetabek.

"Kalau bandingkan dengan tahun lalu, H-10 masih sepi, belum ada tanda-tanda. Kalau tahun ini, H-10 jumlah pembelian tiket sudah di atas bus reguler hari biasa," ungkapnya.

Ia menambahkan lonjakan penumpang akan terjadi mulai H-3 Lebaran, yakni Kamis (22/6) sampai Sabtu (24/6).

(Baca juga: Lonjakan pemudik bermotor di Bandung diprediksi H-3)