Jakarta (ANTARA News) - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad enggan menanggapi soal isu efisiensi di internal OJK yang disebutkan oleh Ketua DK OJK periode 2017-2022 yang baru saja terpilih Wimboh Santoso.

"Ya silahkan saja, itu nanti hak prerogatifnya ketua OJK yang baru," ujar Muliaman di Kantor Pusat OJK, Jakarta, Senin.

Sebelumnya, Wimboh Santoso menegaskan akan melakukan efisiensi di tubuh OJK untuk meningkatkan kinerja otoritas tersebut. Komisirasit Utama Bank Mandiri tersebut mengatakan, ia akan mewujudkan efisiensi di segala bidang. Operasionalisasi OJK akan difokuskan pada prioritas tugas utamanya, yakni mengatur dan mengawasi industri jasa keuangan.

Sementara itu, terkait dengan rencana pengurangan jumlah iuran yang disetor industri keuangan ke OJK, Wimboh juga menilai hal tersebut perlu dikajiulang dalam kaitannya untuk pencapaian visi dan misi OJK itu sendiri. Ia tidak menutup kemungkinan pengurangan jumlah iuran tersebut bisa dilakukan oleh regulator.

Muliaman sendiri hanya menekankan, ada dua isu besar yang perlu diselesaikan oleh pimpinan OJK ke depan. Yang pertama adalah konsolidasi organisasi yang diharapkan dapat terus berlanjut.

"Ini sudah kita lakukan lima tahun awal. Kita tumbuhkan kultur baru yang melayani, kita tingkatkan governance, fraud dikurangi atau dihilangkan. Itu terus saja berlanjut," katanya.

Sementara itu, isu besar lainnya yakni upaya peningkatan pengawasan. Muliaman berharap, di luar dari tanggung jawab dalam mengawasi, OJK juga dapat berkontribusi optimal dalam mengembangkan industri keuangan itu sendiri.

"Pasar semakin dalam, produk makin bervariasi, akses ke pasar modal semakin mudah. Ini merupakan bagian dari pengembangan yang harus dijalankan," ujar Muliaman.

Selain itu, ia juga mengharapkan nantinya fokus OJK, khususnya dalam soal pembiayaan, juga merambah sektor lain setelah sebelumnya fokus di sektor kemaritiman dan pertanian.