Bandung (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Sousmasa, Maroko, akan menindaklanjuti kerja sama dengan menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) pada November 2017.

"Kami sudah LoI (letter of intent) dan membangun kesepahaman waktu kami kunjungan ke Maroko dengan Gubernur Sousmasa. Kami akan memproses LoI ini sampai menjadi MoU," ujar Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan usai bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk Maroko Syarief Syamsuri di Gedung Pakuan, Bandung, Minggu.

Gubernur yang akrab disapa Aher ini mengatakan peningkatan kerja sama yang akan dilakukan yakni dalam bidang pertanian, pendidikan, perikanan, seni dan budaya, dan pariwisata.

"Bidang kerja samanya sangat luas ya, di pertanian, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Nanti MoU sister provinceakan memayungi segala kerja sama yang ada, baik yang tertulis maupun tidak tertulis," lanjutnya.

Ia mengatakan ada berbagai jenis potensi yang bisa dikerjasamakan seperti bidang perikanan, "capacity building" para nelayan juga transfer teknologi perikanan dari Maroko.

Sementara dari pihak Jawa Barat sendiri potensi yang bisa dikembangkan yaitu produk kopi.

"November itu mudah-mudahan sudah bisa MoU ya. Sudah bisa diproses dengan DPRD dan diproses dengan Kemenlu (Kementerian Luar Negeri RI)," kata Aher.

Menurut dia, pada November 2017 mendatang akan digelar promosi di dua kota besar Maroko, yaitu Marakesh dan Agadir (Ibukota Provinsi Sousmasa).

Dua kota ini terkenal sebagai kota pariwisata. Pemprov Jawa Barat pun akan ikut serta memamerkan berbagai jenis produk unggulan dan potensi pariwisata.

"Wisata pantainya luar biasa di sana (Maroko). Benar-benar wisata pantai dan pantainya bersih, jalan di tepi pantainya sangat luas. Pokoknya perlu ditirulah bagaimana cara pengelolaan kawasan pantainya," kata Aher.

Kedutaan Besar Indonesia di Rabat, Maroko, berkomitmen untuk memfasilitasi inisiasi kerja sama tersebut. Kerja sama ini tidak hanya dalam bidang ekonomi antarpemerintah provinsi, namun juga antara pengsuaha Jawa Barat dengan Sousmasa atau "people to people contact".

"Apa yang sudah diinisiasikan oleh Pak Gubernur Jawa Barat dengan Gubernur Sousmasa sesuatu yang kami kembangkan dalam rangka peningkatan hubungan ekonomi dan people to people contact. Sekarang tinggal mengisi dari apa yang sudah beliau tanda tangani beberapa sektor yang penting," kata Syarief Syamsuri usai bertemu Aher.

"Dan, apa yang sudah diinisiasikan di tingkat formal kami angkat ke tingkat negaranya. Contohnya saya sudah bicarakan dengan Menteri Perikanan di sana (Maroko) khusus untuk perikanannya," lanjutnya.

Menurut Syarief, industri perikanan di Sousmasa sudah maju dan perlu dikembangkan di Jawa Barat, sementara dalam bidang pertanian kopi pun menjadi potensi yang patut dikembangkan Jabar di Maroko.

"Kalau pertanian, beliau (Aher) ingin menitikberatkan pada produksi kopi. Karena di sana (Maroko) kopi juga diperlukan, hanya kopi di sana lebih kepada biji kopi dan Jawa Barat menghasilkan cukup banyak, juga kerja sama budidayanya," katanya.

(U.A066/K007)