Jakarta (ANTARA News) - Penasihat keamanan utama Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mendesak China untuk lebih berperan dalam menahan program pengembangan nuklir dan peluru kendali Korea Utara (Korut), demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Jepang.

"Jepang dan China perlu bekerja sama untuk mendesak Korea Utara menghindari tindakan provokatif lebih lanjut, dan mematuhi sejumlah hal, seperti resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)," kata Shotaro Yachi selaku penasehat keamanan Abe.

Yachi mengemukakan hal itu dalam pertemuan di dekat Tokyo dengan Penasihat Negara China Yang Jiechi pada Senin, yang notabene bersamaan hari saat Korut menguji coba peluru kendali (rudal).



Kantor berita resmi Korut di Pyongyang (KCNA) sebagaimana dikutip Reuters mengatakan pada Selasa bahwa satu rudal balistik baru yang dikendalikan sistem panduan presisi telah diuji.

Selain itu, pemimpin Korut Kim Jong Un telah memerintahkan pengembangan senjata strategis yang lebih kuat.




Yachi mengatakan kepada Yang, di sela-sela diskusi mereka selama lima jam, bahwa tindakan Korut telah mencapai tingkat provokasi baru.



Mereka juga membahas masalah-masalah regional yang menjadi perhatian, di mana Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa Yang mengusulan kepada pihak Jepang untuk melihat perkembangan China sebagai sebuah peluang, dan bukan ancaman.