Palembang (ANTARA News) - Tongkang pengangkut yang sarat bermuatan batu bara menabrak Jembatan Ampera, di Sungai Musi, Palembang, sehingga merusak tiang jembatan, serta satu unit speedboat atau perahu motor bermesin tenggelam, namun dari peristiwa itu tidak ada korban jiwa.

Peristiwa itu terjadi saat tongkang raksasa milik PT Bukit Asam ditarik kapal tunda dari arah Dermaga 35 Ilir menuju Boom Baru, Rabu pukul 11.00 WIB. Tiba-tiba, tali penarik putus, di sekitar 500 meter dari Jembatan Ampera.

Alhasil, tongkang itu hanyut dengan kecepatan tinggi karena arus Sungai Musi cukup deras. Kapal tunda lain berupaya menarik tongkang namun gagal karena keburu hanyut dan melaju kencang menuju jembatan.

Sontak saja, tongkang langsung menghantam Jembatan Ampera dengan posisi melintang dan mengenai dua tiang jembatan.

Tabrakan itu mengeluarkan suara kencang yang membuat warga sekitar kaget. Terdapat kerusakan di tiang penyangga jembatan yang dibangun semasa pemerintahan Presiden Soekarno pada 1962 itu.

Tak itu saja, tongkang juga menghantam perahu cepat sedang melintas di bawah jembatan yang akhirnya tenggelam, beruntung serang (pengemudi) selamat setelah terjun ke sungai.

Sementara, pantauan di lokasi kejadian, sekitar dua jam menutupi arus lalu lintas sungai, tongkang itu berhasil dievakuasi dengan cara ditarik delapan kapal. Evakuasi terkendala arus deras Sungai Musi dan muatan batu bara yang besar.


Baca juga: (Jembatan Ampera aman dilintasi setelah tertabrak tongkang)