Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid berharap organisasi mahasiswa muslim mampu mencontoh tokoh-tokoh Islam dalam berjuang demi bangsa dan negara.

Tokoh Islam seperti Sutan Syahrir, Moh. Yamin, Hasyim Asyari, dan Raden Kasman Singodimejo, sambung dia telah berkontribusi besar untuk lahir dan berkembangnya Indonesia.

"Perjuangan tokoh Islam, itu perlu ditiru agar organisasi mahasiswa muslim juga bisa turut menjadi bagian dari sejarah," kata Hidayat dalam keterangan tertulis MPR, Senin.

Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh organisasi muslim agar berkontribusi dalam pembangunan adalah membuat program kerja yang bisa meningkatkan kualitas mahasiswa pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

"Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan organisasi Islam lainnya, kata Hidayat menjadi bukti bahwa umat Islam memiliki peran yang besar dalam pembangunan bangsa. Dan itu tidak bisa dihapuskan dalam sejarah bangsa Indonesia," kata dia.

"Jangan pernah ragu dituduh radikalisme, hanya karena kita turut berjuang membangun bangsa dan negara. Karena kegiatan dan perjuangan yang dilakukan sudah ada sejak dulu", kata Hidayat menambahkan. Dia menyoroti adanya kelompok-kelompok tertentu yang sengaja meniupkan isu radikalisme, termasuk dalam pilkada Jakarta.

Karena itu, imbuh Hidayat umat Islam harus waspada soal radikalisme yang ditumpangi oleh gerakan lain, seperti anti agama, anti negara, liberalisme, dan atheisme.

"Kita harus pastikan tidak ada yang menumpangi isu radikalisme. Jangan sampai kita sibuk dengan isu radikalisme, tetapi dibelakng itu ada kelompok anti agama, anti negara yang tengah menyusn barisan memperkuat kelompoknya", tutur dia.