Surabaya (ANTARA News) - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menyatakan identifikasi forensik kepada enam terduga teroris yang ditembak mati saat kontak senjata di Desa Beji, Kabupaten Tuban, Sabtu (8/4), akan menunggu data pembanding dari pihak keluarga.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di RS Bhayangkara Polda Jatim Surabaya, Minggu mengatakan, Polda telah menerima data primer dan sekunder dan telah dilakukan pemeriksaan sejak Sabtu malam pukul 22.00 WIB sampai dengan tadi pagi dibantu Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

"Data primer dan sekunder ini harus dicocokkan dengan pembanding. Kita sudah mendapat semua data primer dan sekundernya dari TKP di Tuban. Tapi data pembanding inilah yang kita tunggu untuk melegalisasi akuntabilitas dan identifkasi," katanya

Dia mengatakan, setelah data pembanding didapat, nantinya Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan merilis sesuai identifikasi yang sudah betul-betul faktual sesuai data pembanding dari pihak keluarga.

"Polda Jatim sudah menghubungi Polda Jawa Tengah untuk mengundang pihak keluarga terduga teroris untuk diambil data contoh pembanding ini dan dicocokkan ke data primer dan sekunder," ujarnya.

Ketika disinggung keterkaitan dengan teroris Tuban dan teroris yang sehari sebelumnya ditangkap di daerah Lamongan, dia mengatakan, hal itu nanti akan dievaluasi oleh kepolisian dalam pemberantasan terorisme dan melihat ada kaitannya atau tidak.

"Kami sudah memiliki data untuk menindaklanjuti hal-hal yang mengenai eskalasi di lapangan," tuturnya.

Sebelumnya, petugas gabungan dari Polres Tuban, Brigade Mobil (Brimob) dan TNI menembak mati terduga teroris saat kontak senjata pukul 17.00 WIB di Tuban.

Terduga teroris sempat menembak anggota Satlantas Polres Tuban saat mobilnya dihentikan polisi di jalur Tuban arah Semarang, di Desa Beji, Kabupaten Tuban, ketika ada pengamanan pascapenangkapan teroris di Lamongan, Jawa Timur, Jumat (7/4).