Shanghai (ANTARA News) - Versi baru aplikasi terjemahan Google, Rabu (29/3), kembali tersedia di China dan dapat diakses tanpa perangkat yang dibuat untuk menghindari sensor, sebuah langkah yang kemungkinan memicu spekulasi bahwa raksasa Internet itu tengah memperbaiki hubungan mereka dengan Beijing.

Google menutup situs web www.google.cn mereka pada 2010, memindahkan layanan pencarian mereka dari daratan Tiongkok ke Hong Kong dalam sebuah sengketa terkait serangan siber dan penyensoran, dan sebagian besar layanannya masih diblokir oleh Beijing.

Warga China selama beberapa tahun dapat menggunakan versi Google Translate yang berbasis web, namun untuk aplikasi seluler memerlukan penggunaan perangkat jaringan pribadi virtual (VPN) guna menyiasati "Great Firewall", sistem penyensoran online di China.

"Hari ini kami merilis versi 5.8 aplikasi Google Translate untuk Android dan iOS, serta menambah terjemahan visual instan antara bahasa Inggris dan bahasa Korea," menurut pengumuman Google di tulisan blok mereka.

Mereka menyediakan tautan untuk unduhan Android, seraya mengatakan bahwa pengguna iPhone bisa mencari toko aplikasi Apple.

Mereka tidak menjelaskan alasan aplikasi tersebut dapat diakses kembali, dan juru bicara Google menolak mengomentarinya, demikian AFP.