Jakarta (ANTARA News) - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggandeng Korea Trade Investment Promotion Agency (Kotra) untuk mempromosikan dan memfasilitasi investasi sektor unggulan.

Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong dan CEO Kotra Kim Jae-Hong menandatangani nota kesepahaman mengenai kerja sama itu di ajang Indonesia-Korea Business Summit di Jakarta, Selasa.

"Implementasi nota kesepahaman ini diharapkan dapat membantu perusahaan-perusahaan Korea Selatan maupun Indonesia dalam mengembangkan usahanya," kata Thomas.

Ia mengatakan ruang lingkup kerja sama nantinya antara lain akan meliputi promosi investasi, pertukaran informasi, dokumentasi, dan riset pasar.

Kerja sama promosi investasi utamanya akan meliputi sektor unggulan seperti konstruksi dan infrastruktur, manufaktur, gaya hidup, pariwisata, konektivitas, teknologi informasi, e-commerce dan ekonomi kreatif.

"Kotra itu seperti BKPM-nya Korea. Kami harus kerja sama erat untuk fasilitasi juga troubleshooting (melakukan penyelesaian) kalau ada masalah-masalah yang dihadapi," katanya.

Seperti halnya perdagangan, Thomas mengatakan, investasi juga bersifat resiprokal. Dalam hal ini BKPM akan memfasilitasi perusahaan Korea berinvestasi di Indonesia, dan Kotra membantu perusahaan Indonesia yang berinvestasi di Korea Selatan.

"Hal itu penting untuk membuka akses pasar Indonesia, supaya produk kita, jasa kita, destinasi pariwisata kita, bisa lebih dikenal," katanya.

Indonesia, ia menjelaskan, berpeluang mengekspor tidak hanya barang tapi juga produk jasa berupa ide, konsep, ilustrasi, kesenian hingga pengalaman pariwisata ke Negeri Ginseng.

"Kaum muda kita kan jago-jago di humor, bikin yang kreatif, lucu, grafik, kartun, animasi dan lainnya. Kita harus berpikir ini abad 21, ekspor tidak hanya barang tapi juga jasa," demikian Thomas Lembong.