Kupang (ANTARA News) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai siklon tropis 96s yang teridentifikasi di Laut Arafuru bagian utara, tepatnya pada 7,9 Lintang Selatan 132,8 Bujur Timur sekitar 1,220 kilometer timur laut Nusa Tenggara Timur.

"Sikap waspada ini penting dimiliki terutama para nelayan tradisional dan modern setempat karena pada saat bersamaan terjadi siklon, bisa berpeluang terjadi tekanan minimum di pusat sistem mencapai 1002 hPa dengan kecepatan angin maksimum 38 km per jam dan mengancam keselamatan beraktivitas," kata Prakirawan Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenotek kepada Antara di Kupang, Minggu.

Hasil foto satelit katanya menyebutkan pusat tekanan rendah ini bergerak ke arah barat dengan kecepatan 11 kilometer (km) per jam, namun dalam 48 hingga 72 jam ke depan, pergerakannya akan dominan ke arah selatan-barat daya.

Indikasi lain, kata dia, pihak Stasiun Klimatologi Lasiana Kupang juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca NTT tanggal 5 Maret 2017.

Telah terjadi hujan dengan ontensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir serta angin kencang di Kota dan Kabupaten Kupang, tepatnya pada titik-titik wilayah Baun, Kupang timur, Amarasi, Taebenu, Maulafa, Oebobo, Alak, Kelapa Lima, Nekamese dan sekitarnya.

Demikian pula di Kabupaten Rote Ndao yang dilanda angin kencang dan hujan ringan.

Kepala Kantor Basarnas Kupang, Ketut Gede Ardana sebelumnya mengatakan satu kapal nelayan yang ditumpangi empat orang asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, tenggelam akibat diterjang gelombang ketika sedang mencari ikan di perairan Pukuafu, Minggu, sekitar pukul 07.00 Wita.

Empat nelayan yang mengalami naas, yaitu Daniel Tanodi sebagai pemilik perahu, Epi (55) nahkoda perahu serta dua orang abk, Santo (25) dan Posu (23).

Sebelumnya, BMKG Pusat dalam siaran persnya mengingatkan bibit siklon 96s itu diperkirakan akan tumbuh menjadi siklon tropis dalam 48 hingga 72 jam ke depan di sekitar perairan sebelah utara Pulau Tiwi, Australia Utara (sekitar 792 km sebelah tenggara dari Kota Kupang).

Di samping itu, fenomena atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) masih tampak bergerak ke arah timur memasuki wilayah Indonesia bagian barat meskipun intensitasnya semakin melemah.

Berkaitan dengan bibit siklon tropis ini, BMKG mengingatkan dalam periode tiga hari ke depan perlu diwaspadai potensi angin kencang di Laut Jawa, Laut Bali, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

(KR-HMB/S023)