Jakarta (ANTARA News) - Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, pernah menghiba kepada adik tirinya yang mengusirnya ke pengasingan untuk tidak membunuhnya, kata dua politisi Korea Selatan yang mendapat informasi ini dari dinas intelijen Korea Selatan seperti dikutip The Guardian.

Lima tahun silam, Kim Jong-nam meminta adiknya mencabut surat perintah pembunuhan dirinya.

"Kami tak bisa pergi ke mana-mana, tak bisa sembunyi ke mana-mana. Kami tahu pasti satu-satunya cara untuk bebas adalah dengan bunuh diri," kata Kim Jong-nam dalam surat kepada Kim Jong-un, seperti diutarakan salah seorang dari dua politisi Korea Selatan itu.

Kim Jong-nam (46) meninggal dunia setelah diserang di Malaysia, kemungkinan oleh racun mematikan, Senin pekan ini di bandara Kuala Lumpur.

AS dan pemerintah Korea Selatan meyakini Kim dibunuh oleh agen-agen dinas rahasia Korea Utara, kendati yang belum lama ini ditangkap sebagai tersangka pembunuhan adalah dua wanita berpaspor Indonesia dan Vietnam serta seorang warga Malaysia.

Anak tertua mendiang mantan pemimpin Korea Utara Kim Jong-il itu selama bertahun-tahun menghindari sorotan publik karena ayah dan ibunya yang mantan aktris itu menikah di bawah tangan.

Dia tidak pernah diperlihatkan kepada kakeknya, juga mantan pemimpin Korea Utara Kim Il-sung, sampai umurnya lima tahun.

Kim Jong-nam menghabiskan waktu sembilan tahun di sebuah sekolah internasional di Jenewa, Swiss.

Ketika kembali ke Pyongyang, dia bergabung dalam pemerintahan. Ayahnya menjadi penguasa Korea Utara pada 1994 dan Kim Jong-nam sejak itu dianggap sebagai calon utama penerusnya.

Namun pada Mei 2001, Kim Jong-nam ditahan di Bandara Narita, Tokyo, karena menggunakan paspor palsu Republik Dominika. Saat itu dia ditemani istrinya, seorang wanita pengasuh anak dan seorang anak berusia empat tahun.

Saat itu dia mengaku bahwa keluarganya ingin mengunjungi Tokyo Disneyland. Keempat orang ini dideportasi Jepang untuk kembali ke Korea Utara melalui Beijing.

Ayahnya malu luar biasa dan sejak itu bintang Kim Jong-nam sebagai penerus ayahnya, meredup.

Ibundanya, Song Hye Rim, mengakhiri hidup di Moskow, menjauh dari dia dan meninggal dunia di sana setelah depresi selama bertahun-tahun. Kim mengaku kerap nyekar ke makam ibunya di Moskow.

Setelah insiden Disneyland Tokyo itu, hampir sepanjang sisa hidup Kim Jong Nam dihabiskan di luar negeri, pertama di China dan kemudian Macau.

Dinas intelijen Korea Selatan menyatakan Kim memiliki beberapa istri dan anak baik di Beijing maupun Macau.

"Mengingat saya dididik di Barat, saya terbisa menikmati kehidupan bebas sejak kecil dan saya tetap suka hidup bebas," tulis dia dalam surat kepada seorang wartawan Jepang, Yoji Gomi, yang menulis buku tentang Kim Jong-nam pada 2012. "Alasan saya mengunjungi Macau begitu sering adalah karena ini adalah tempat paling bebas dan liberal dekat China di mana keluarga saya bisa tinggal."

Kedua politisi Korea Selatan itu melanjutkan bahwa Kim Jong-un mengeluarkan perintah pembunuhan abangnya itu begitu berkuasa dan sudah ada satu upaya percobaan pembunuhan yang gagal pada 2012.

Alasan Kim Jung-un ingin mengakhiri hidup abangnya semata karena dia membenci kakaknya itu, kata Kim Byung-kee, salah seorang dari dua politisi Korea Selatan di atas.

Beberapa analis meyakini Jong-un percaya abangnya bisa dimanfaatkan untuk menggulingkan kekuasaan dia.

Setelah percobaan pembunuhan yang gagal itu, Kim Jong-nam tidak pernah tinggal lama di satu tempat dan kerap bolak balik ke berbagai kota di Asia Tenggara dan China.

Kim Jong-nam sendiri tidak bisa menyembunyikan perasaannya untuk merendahkan kemampuan adik tirinya.

"Saya kakak tirinya, tapi saya tak pernah bertemu dia, jadi saya tak tahu," kata dia kepada Gomi.

"Saya mengkhawatirkan bagaimana Jong-un yang cuma mirip kakek saya, memenuhi keinginan rakyat Korea Utara. Kim Jong-un hanyalah sosok kecil ketika para anggota elite kekuasaan menjadi pemegang kekuasaan yang sebenarnya. Suksesi yang dinastis menjadi lelucon di dunia luar."

Dia menambahkan, "Rezim Kim Jong-un tidak akan bertahan lama. Tanpa reformasi, Korea Utara akan ambruk dan ketika perubahan terjadi, rezim itu akan ambruk."

Sejumlah pejabat Korea Utara telah dibersihkan atau dibunuh sejak Kim Jong-un berkuasa. Mereka itu termasuk pamannya sendiri, Jang Song-thaek, yang dianggap sebagai orang terkuat kedua di Korea Utara dan diyakini dekat dengan Kim Jong-nam yang pernah ikut membesarkannya.

"Saya dibesarkan oleh cinta khusus dari bibi dan paman dan saya tak membantah mereka berdua memang menyayangi saya," kata Kim Jong-nam dalam catatan yang ditulis Gomi sebelum pamannya dibunuh.