Jakarta (ANTARA News) - Nyaris tak ada kemeriahan yang dibawa para relawan masing-masing pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta untuk Pilkada 2017 di lokasi acara debat cagub-cawagub tahap pertama.

Mereka hanya mengenakan kostum kampanye seperti biasanya, yakni busana tactical bagi mereka yang mendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni.

Kemudian, kemeja merah kotak-kotak untuk pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan kemeja putih polos bagi pendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Satu-satunya tim yang membawa atribut tambahan hanya relawan dari Agus-Sylvi, yakni drum. Itupun hanya mereka bunyikan sesekali. "Pas pulang nanti dibunyiin lagi. Tujuan kami ingin menyambut Mas Agus, tetapi menghormati protokol. Kami hanya membawa drum," ujar salah koordinator relawan dari Gerakan Pemuda Ka'bah (PPP), Muchbari kepada ANTARA News di kawasan hotel Bidakara, Jumat.

Pihak kepolisian memang sebelumnya mengimbau para relawan dan pendukung masing-masing pasangan cagub-cawagub tidak membawa bunyi-bunyian karena berisiko menganggu jalannya acara debat.

Dalam kesempatan berbeda, salah satu relawan Ahok-Djarot, Heru Mardi Pangestu mengatakan tak ada instruksi dari tim pemenangan atau tim sukses agar relawan membawa atribut kampanye selain kostum kampanye, semisal spanduk sekalipun.

"Instruksinya memang tidak usah bawa apa-apa, spanduk juga enggak," tutur dia.

Hal senada diungkapkan, Yudhi dan Reni Harti, relawan pasangan Anies-Sandi. Mereka mengatakan relawan yang hadir saat ini hanyalah mereka yang diundang menghadiri debat.

"Percuma kalau di sini, takut bentrok, mendingan nonton bareng di tempat lain," tutur Yudhi.

Suasana di luar lokasi debat saat ini terpantau relatif lengang. Selain memang tak ada bunyi-bunyian, kondisi pencahayaan pun hanya seadanya.