Ambon, Maluku (ANTARA News) - Hujan lebat yang menguyur kota Ambon, ibu kota provinsi Maluku dan sekitarnya, tidak menghalangi ribuan umat Kristiani untuk menjalani kebaktian dan misa syukur akhir tahun 2016 di gereja-gereja dan kathedral.

Sabtu malam di Ambon, hampir semua gedung gereja dan katedral disesaki umat, hingga ke luar gedung, tanpa mempedulikan hujan lebat yang terus mengguyur dan disertai angin kencang sejak satu jam sebelum ibadah sesi pertama berlangsung pukul 17.00 WIT, maupun sesi kedua yang dimulai pukul 19.00 WIT.

Seluruh gedung gereja terlihat disesaki umat Kristiani yang datang untuk mengikuti kebaktian dan misa. Bahkan tenda dan kursi tambahan yang dipersiapkan di luar gedung juga terlihat dipenuhi umat.

Sebagian umat bahkan terpaksa harus mengikuti kebaktian dan misa dengan kondisi pakaian basah karena terkena hujan maupun menggunakan payung tetapi tetap mengikuti kebaktian dan misa dengan khusuk dan lancar.

Pada sejumlah gereja juga dipasangi televisi monitor maupun layar lebar guna mempermudah umat yang berada di luar gedung juga mengikuti kebaktian dan misa secara baik.

Sebagian tgereja, terutama yang dekat dengan ruas jalan utama, dijaga puluhan personil TNI dan polisi.

Pada beberapa kawasan, personel TNI dan polisi harus membatasi arus lalu-lintas di depan gereja, mengingat banyak kendaraan umat yang diparkir hingga menutupi sebagian badan jalan.

Seperti pada Jalan Pattimura, sebagian arus lalu-lintas dialihkan melewati jalan lain, mengingat pada kawasan tersebut terletak Gereja Maranatha dan Kathedral Santo Franciscus Xaverius yang menjadi pusat kebaktian dan misa syukuran pergantian tahun umat Protestan dan Katholik.

Gubernur Maluku, Said Assagaff, Kepala Polda Maluku, Brigadir Jenderal Polisi Ilham Salahudin, dan lain-lain memonitor secara ketat kebaktian dan misa pergantian tahun itu.