Sleman (ANTARA News) - Desa Wisata Sukunan di Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kebanjiran pesanan dari rombongan wisatawan yang ingin berwisata sambil belajar pengolahan sampah.

"Sampai akhir tahun nanti sudah dipenuhi pesanan rombongan wisatawan yang ingin belajar sambil berwisata di sini," kata Koodinator Pengelola Sampah di Desa Wisata Sukunan Suharto, Rabu.

Menurut dia, meski Desa Wisata Sukunan tidak menyajikan panorama alam, permainan atau hiburan, namun tempat ini mempunyai peminat yang tinggi untuk berkunjung.

"Hanya 25 Desember yang belum ada pesanan. Kalau hari-hari lain hingga akhir tahun, sudah ada pesanan rombongan," katanya.

Ia mengatakan, satu rombongan biasanya berkisar 200 orang. Sehari bisa mencapai tiga sampai empat rombongan yang berkunjung.

"Pengunjung yang datang berasal dari berbagai daerah, seperti Temanggung, Jawa Tengah kemarin yang datang," katanya.

Suharto mengatakan mereka yang datang mendapatkan penjelasan dan edukasi bagaimana mengelola sampah yang benar. Memanfaatkannya bahkan hingga bisa bernilai komersil.

"Baik itu dari sampah organik maupun nonorganik. Bisa dibuat arang, kerajinan, dan lainnya," katanya.

Pengurus Desa Wisata Sukuna lainnya, Endah Suwarni Setyawati, mengatakan hujan dan panas bisa dimanfaatkan. Air hujan ditampung ke kolam, disalurkan ke sumur-sumur resapan.

"Kemudian untuk panas, diubah menjadi energi panas. Energi ini biasanya digunakan untuk memasak para ibu. Selain penjualan kerajinan dan pelatihan, juga ada yang jual pupuk dari sampah," katanya.