Seoul (ANTARA News) – Kejaksaan Korea Selatan menginterogasi dua mantan ajudan presiden atas dugaan mereka membantu orang kepercayaan Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye, mencampuri urusan kenegaraan dan secara sembunyi-sembunyi mengunjungi kantor sang kepala negara.

Park terjerat skandal terkait Choi Soon-Sil, yang diduga memanfaatkan hubungan pribadinya dengan presiden untuk memaksa perusahaan-perusahaan lokal menyumbang dana jutaan dolar bagi sejumlah yayasan nirlaba yang dikelola Choi untuk kepentingan pribadi.

Choi (60) juga dituding mencampuri urusan kenegaraan hingga pencalonan pejabat dan penyuntingan pidato Park meski ia tidak memegang jabatan apa pun.

Ahn Bong-Geun dan Lee Jae-Man, yang menjabat sebagai penasihat Park hingga bulan lalu, diduga membantu Choi mengunjungi kantor presiden.

Mereka juga diduga melaporkan urusan kenegaraan atau membocorkan dokumen rahasia kepada Choi.

Choi ditangkap sebelumnya pada bulan ini atas dakwaan penyalahgunaan kekuasaan dan penipuan. Choi merupakan putri dari seorang pemuka agama sekaligus mentor Presiden Park hingga ia wafat pada 1994, demikian AFP.