Depok (ANTARA News) - Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) menggagas sebuah pertemuan ilmiah internasional bagi Pendidikan Tinggi Vokasi untuk meningkatkan dan menggali potensi riset terapan untuk pertama kalinya di Indonesia.

Kegiatan bertajuk "The 1st International Conference of Vocational Higher Education (ICVHE)" ini digelar pada Selasa di Auditorium Vokasi UI kampus Depok.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI, Rosari Saleh yang didampingi Direktur Program Vokasi UI Sigit Pranowo Hadiwardoyo, membuka forum ilmiah yang diikuti oleh 92 pemakalah riset terapan dari dalam dan luar negeri.

Sebagai pembicara kunci dalam ICVHE, Dekan Humanities and Applied Science, National Yunlin University of Science Technology, Mingchang Wu, memaparkan keunggulan program pendidikan vokasi di Taiwan ada pada, Program dan Sistem yang komprehensif, Program yang adaptif dan memiliki banyak pilihan ; Kerja sama antara industri dan akademik, Output/keluaran yang terukur dan langsung dapat diaplikasikan serta Memiliki banyak penghargaan di luar negeri.

Wu mengatakan terdapat tiga kunci pembangunan pendidikan vokasi di Taiwan, yaitu dukungan pemerintah, sistem edukasi yang terstandar dan sesuai dengan kebutuhan industri, serta jurusan yang lebih menekankan kepada iptek dan teknologi.

"Sistem edukasi kami lanjutnya siswa sudah diajak untuk berpikir tentang rencana hidup mereka di tingkat SMP, sehingga tingkat pendaftaran sekolah vokasi di Taiwan cukup tinggi, karena anak-anak muda paham minat dan tujuan hidup mereka," ujar Wu.

Lebih lanjut, Wu menambahkan, Pemerintah juga memberikan dukungan dalam bentuk pendanaan, evaluasi kurikulum setiap 4 tahun sekali, pengembangan inkubasi bisnis, pusat-pusat vokasi regional, serta para pengajar yang mumpuni.

Hal senada juga dikatakan Direktur Program Vokasi UI Sigit mengatakan pendidikan vokasi sangat penting untuk terus dikembangkan karena mampu menjawab langsung persoalan bangsa akan kebutuhan tenaga kerja siap pakai yang berkualitas.

Diharapkan kegiatan ilmiah ini dapat menjadi salah satu upaya revitalisasi dan penguatan mutu pendidikan vokasi di seluruh Indonesia guna menunjang program pemerintah dan peningkatan efisiensi dunia usaha dan/atau dunia industri.

Konferensi internasional yang bertema "Innovation on Vocational Higher Education" ini mempresentasikan 92 makalah ilmiah yang sebelumnya telah melalui mekanisme seleksi abstrak dari 148 abtsrak makalah yang masuk.

Makalah ilmiah peserta terbagi dalam 8 bidang cakupan, yaitu travel and tourism, general paper, multidisciplinary studies, engineering and technology studies, communication and media studies, social science and humanities, health and medicine studies, dan business, management, and accounting.