Jakarta (ANTARA News) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, ditutup naik sebesar 10,41 poin ditopang oleh data neraca perdagangan Indonesia yang kembali mencatatkan surplus.

IHSG BEI ditutup menguat 10,41 poin atau 0,19 persen menjadi 5.410,30. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 1,82 poin (0,19 persen) menjadi 933,24.

"IHSG BEI bergerak menguat karena faktor sentimen domestik," kata Analis NH Korindo Securities Indonesia, Muhammad Ikhsan Burhanuddin di Jakarta, Senin.

Menurut dia, sentimen dari dalam negeri mengenai data neraca perdagangan Indonesia periode September yang dirilis surplus, menahan sentimen negatif yang datang dari bursa saham eksternal. Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan neraca perdagangan September 2016 surplus 1,22 miliar dolar AS, yang tertinggi dalam 13 bulan terakhir.

"IHSG bergerak melawan arah bursa Asia yang cenderung negatif. Surplusnya neraca perdagangan membuat pelaku pasar kembali melakukan aksi beli," katanya.

Sementara itu, Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan bahwa pelaku pasar asing yang melanjutkan aksi lepas saham menahan indeks BEI untuk bergerak lebih tinggi.

Berdasarkan data BEI, pelaku pasar saham asing membukukan jual bersih atau "foreign net sell" sebesar Rp483,939 miliar pada Senin (17/10) ini.

"Pergerakan IHSG masih berada dalam fase konsolidasi seiring dengan capital outflow yang masih berlangsung," katanya.

Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan saham di BEI mencapai 260.720 kali transaksi dengan total jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 8,82 miliar lembar saham senilai Rp6,56 triliun.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng melemah 195,77 poin (0,84 persen) ke level 23.037,54, indeks Nikkei naik 43,75 poin (0,25 persen) ke level 16.900,12, dan Straits Times menguat 1,83 poin (0,07 persen) posisi 2.817,07.