Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengajak calon gubernur dan wakil gubernur yang mendapat dukungan partai, termasuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), berziarah ke makam Bung Karno di Blitar, Senin.

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang diajak menziarahi makam Bung Karno terdiri atas Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (DKI Jakarta), Rano Karno dan Embay Mulya Syarief (Banten), Hana Hasanah dan Tony Yunus (Gorontalo), serta Rustam dan Irwansyah (Bangka Belitung).

Selain itu ada calon gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar (Sulbar), dan calon gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.

Megawati memimpin ziarah kubur ke makam Bung Karno didampingi beberapa pengurus partai seperti Hasto Kristiyanto, Achmad Basarah, Eriko Sotarduga, dan Komarudin Watubun.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Achmad Basarah mengatakan ziarah ke makam Bung Karno adalah tradisi keluarga besar PDI Perjuangan, baik pada momentum keagamaan seperti menjelang Ramadhan dan Idul Fitri maupun saat menghadapi hajatan penting seperti pemilu.

Ia mengatakan bahwa itu dilakukan untuk menghormati jasa-jasa dan mendoakan Bung Karno.

Kegiatan itu, ia menjelaskan, juga ditujukan untuk mengingatkan para calon kepala daerah supaya tidak menggunakan cara-cara yang tidak sesuai kepribadian bangsa atau bisa merusak eksistensi dan keutuhan NKRI selama pemilihan kepala daerah.

"Yang lebih penting lagi agar para calon gubernur dan wakil gubernur tersebut, termasuk Ahok, jika kelak terpilih dan menjadi kepala dan wakil kepala daerah benar-benar dapat menjadi pemimpin yang menjaga dan mengimplementasikan amanah dan ajaran-ajaran Bung Karno, khususnya untuk menciptakan kesejahteraan rakyat dan keadilan sosial yang berdasarkan Pancasila melalui haluan politik Trisakti," kata Basarah di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin.

PDI Perjuangan mengharapkan agar semua kepala dan wakil kepala daerah yang diusung benar-benar dapat menghayati dan menerapkan kepemimpinan yang sesuai dengan kepribadian Indonesia, yang benar-benar mengerti dan memahami sejarah dan jiwa bangsanya serta tahu arah dan tujuan yang hendak dicapai.