Nanning (ANTARA News) - Satu orang tewas dan sebanyak 230.000 orang lagi terpengaruh saat Topan Nida menerjang Wilayah Otonomi Guangxi Zhuang di Tiongkok Selatan, kata pihak berwenang pada Jumat.

Topan Nida telah mengakibatkan kerugian ekonomi langsung sebesar 137 juta yuan (21 juta dolar AS) di wilayah tersebut, kata Departemen Urusan Sipil Regional.

Lebih dari 8.500 hektare tanaman dan 1.232 rumah telah rusak, kata Departemen itu, sebagaimana diberitakan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat malam.

Topan Nida mendarat di Semenanjung Dapeng di Kota Shenzhen pada Selasa pagi (2/8) dan memasuki Guangxi pada siang hari.

Topan kuat tersebut, dengan kecepatan angin mencapai 151,2 kilometer per jam, bergerak ke arah barat-laut dengan kecepatan 25 kilometer per jam.

Topan Nida menerjang Kota Shenzhen, Dongguan, Guangzhou, Foshan dan Zhaoqing di Wilayah Otonomi Guangxi Zhuang, yang berdekatan, kata lembaga meteorologi Provinsi Guangdong.

Sebelumnya Topan Nida bergerak menuju Hong Kong dan beberapa wilayah di Tiongkok Selatan, sehingga puluhan penerbangan ditunda.

Tak kurang dari 26 penerbangan yang dijadwalkan berangkat dari Hong Kong pada Selasa dibatalkan, kata pengelola Bandar Udara Internasional Hong Kong.

Angin puting beliung dan hujan lebat yang dipicu oleh Topan Nida juga menewaskan dua orang di Lao Cai, Vietnam, pada Selasa pagi.

Banjir yang dipicu oleh hujan lebat akibat Topan Nida telah menewaskan tiga orang sementara tujuh orang lagi hilang di Vietnam Utara, kata Komite Pengarah Sentral mengenai Pemantauan dan Pengendalian Bencana Alam pada Jumat.

Kabupaten Bat Xar di Provinsi Lao Cai, Vietnam Utara, sekitar 250 kiloter di sebelah barat-laut Ibu Kota Vietnam --Hanoi, melaporkan tiga orang tewas dan enam orang lagi hilang sementara satu orang lagi dilaporkan hilang di Kota Kecil Sa Pa di provinsi tersebut.

Hingga pukul 08.30 waktu setempat Jumat, lalu-lintas ke daerah itu masih terganggu, kata Komite tersebut di jejaringnya.

(Uu.C003)