Nusa Dua, Bali (ANTARA News) - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan komponen bahan makanan masih menjadi tantangan laju inflasi nasional, sehingga harga bahan pangan harus lebih dikendalikan.

"Tantangan kita masih volatile food karena harga pangan bergejolak. Memang inflasi di daerah tertentu sudah terkendali, tapi di daerah lain ada yang inflasinya tinggi," kata Agus saat ditemui di Nusa Dua, Bali, Senin.

Agus mengatakan upaya menjaga harga pangan bisa dilakukan mulai dari tingkat pemerintah daerah, agar ketersediaan pangan bisa lebih memadai dan distribusinya dari pusat logistik berjalan dengan lebih baik.

Untuk itu, Bank Indonesia akan melaksanakan rapat koordinasi nasional Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) pada Kamis (4/8) yang dipimpin oleh Presiden dan dihadiri oleh para pemimpin daerah seluruh Indonesia sebagai upaya menjaga inflasi.

"Rakor TPID dipimpin Presiden untuk berkoordinasi dengan gubernur, bupati dan walikota. Ini sekaligus untuk me-review arahan Presiden di 2015, apalagi kemarin banyak kepala daerah yang juga baru terpilih pilkada," ujarnya.

Meski bahan pangan masih menjadi penyumbang inflasi, Agus menyambut baik tingkat inflasi pada Juli 2016 yang hanya tercatat sebesar 0,69 persen, karena pencapaian tersebut lebih rendah perkiraan semula.

"Dalam survei minggu pertama kita duga 1,2 persen, tapi kita kaget di minggu terakhir satu persen, dan ternyata tidak mencapai 0,7 persen. Ini menunjukkan sehabis libur Ramadhan dan anak sekolah masuk, kita bisa kendalikan inflasi," kata Agus.

Dengan realisasi inflasi Juli tersebut, Agus optimistis pencapaian tingkat inflasi nasional pada 2016 bisa mencapai target empat persen plus minus satu persen.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan pada Juli 2016 sebesar 0,69 persen, sehingga inflasi tahunan mencapai 3,21 persen (year on year/yoy), dan inflasi tahun kalender mencapai 1,76 persen (year to date/ytd).

Kontribusi utama tingkat inflasi pada Juli 2016 berasal dari kelompok bahan makanan serta kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan karena adanya puasa dan lebaran.

Tingkat inflasi sebesar 0,69 persen itu menjadi pencapaian inflasi Juli terendah dalam lima tahun terakhir.