Sydney (ANTARA News) - Pemerintah Australia berjanji menambahkan dana senilai 300 juta dolar Amerika Serikat untuk membantu mengembangkan militer Afghanistan, kata pihak terkait pada Jumat menjelang temu puncak pemimpin Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Warsawa, Polandia.

Kelemahan keamanan di Afghanistan akan menjadi topik pembahasan utama pertemuan tersebut.

Australia, sekutu kuat AS dalam perang di Afghanistan dan Irak, berjanji menyalurkan dana 500 juta dolar AS untuk masa 2010-2017.

Pihak itu berencana menyediakan dana tambahan 100 juta dolar AS per tahun hingga 2020.

Pemberian dana tambahan itu diumumkan dua hari setelah Presiden AS Barack Obama mengatakan akan menunda rencana pengurangan setengah pasukan AS di Afghanistan hingga akhir tahun ini.

AS sebelumnya berencana tetap menempatkan 8.400 pasukannya sejak Januari.

Sekitar tiga ribu pasukan internasional lain turut bertugas di Afghanistan dalam misi yang dipimpin NATO.

Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull dikabarkan mengunjungi Kabul pada Januari.

Dua bulan setelahnya, Militer Australia (ADF) mengumumkan, pasukannya akan tetap di sana untuk tiga tahun ke depan.

Sekitar 270 tentara Australia bertugas di Afghanistan dalam program NATO tersebut.

Pejabat tinggi Australia dikabarkan tidak akan menghadiri temu puncak di Warsawa itu, mengingat ketegangan memanas dalam pemilihan umum, yang belum memberi kejelasan, pada pekan lalu.

Tekad bantuan dana tahunan 100 juta dolar AS itu terdiri atas 80 juta untuk Tentara Nasional Afghanistan dan sisanya untuk kepolisian negara tersebut, demikian Reuters.

(Uu.KR-GNT)