Malang (ANTARA News) - Pertandingan play-off Piala Davis Grup II Zona Asia Oceania yang mempertemukan tuan rumah Indonesia melawan Sri Lanka diupayakan tetap digelar di Stadion Tenis Gelora Manahan Solo, 15-17 Juli meski saat ini terjadi teror bom di kota tersebut.

"Kami akan berupaya tetap dapat menggelar pertandingan sesuai dengan jadwal semula," kata Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) Wibowo Suseno Wirjawan dalam keterangan tertulis yang diterima media di Malang, Selasa.

Pria yang akrab dipanggil Maman itu menjelaskan, demi mempertahankan jadwal yang telah ditetapkan oleh induk organisasi tenis dunia atau ITF, pihaknya menugaskan Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti yang juga Tournament Director kejuaraan tersebut, Susan Soebakti, untuk melakukan komunikasi.

Tidak hanya memberikan tugas pada Susan Soebakti, PP Pelti juga melakukan komunikasi dengan wasit asal Thailand, Amor Duangpinkun yang akan menjadi wakil ITF pada pertandingan penentuan itu.

"Setelah peristiwa ledakan bom di Solo, kami langsung bergerak cepat. Komunikasi dengan ITF kami lakukan. Sejauh ini komunikasi berbuah positif," katanya menambahkan.

PP Pelti tidak hanya melakukan komunikasi dengan ITF maupun perwakilannya. Namun, induk organisasi tenis Indonesia itu juga menghubungi pihak Sri Lanka yang akan menjadi lawan Christopher Rungkat dan kawan-kawan.

"Untuk sementara memang tidak ada penundaan dan pengalihan tempat penyelenggaraan pertandingan. Indonesia tetap bisa menjamu Sri Lanka di Solo sesuai dengan jadwal," kata Maman menegaskan.

Kota Solo, Jawa Tengah, baru saja terjadi teror bom di Mapolresta kota tersebut. Satu orang meninggal dunia yang merupakan pelaku aksi bom bunuh diri. Selain itu satu orang polisi dilaporkan juga mengalami luka.

Dampak dari kejadian tersebut, keamanan diperketat. Tidak hanya di Solo dan sekitarnya, namun juga kota-kota lain yang saat ini bersiaga untuk mengamankan jalannya malam takbiran menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437 H.