Jakarta (ANTARA News) - Farah Quinn punya aktivitas yang menanti di Afrika, Eropa dan Amerika sehingga ia akan menjalankan ibadah puasa di benua lain.


Perbedaan waktu menjadi tantangan ketika berpuasa di tempat lain.




Apalagi, Farah juga akan pergi ke tempat di AS di mana matahari baru terbenam pukul 9 malam.




Tetapi Farah tetap optimistis bisa tetap menjalankan ibadah.




"I mean, as long as you try, do it. Selama usahain itu, ya lakuin," kata Farah di Jakarta, Kamis.




Sebagai gantinya, penyuka kolak itu meluangkan waktu bersama keluarga besar di Indonesia pada dua pekan pertama puasa.




Agar tetap kuat berpuasa selama melancong, Farah selalu menjaga asupan nutrisi demi menjaga kesehatan. Sayur mayur jadi menu wajib selama sahur.




"Saya jarang sakit," kata chef yang membuat menu makanan untuk sebuah penerbangan.