Jakarta (ANTARA News) - Pameran gadget dan telekomunikasi Indonesia Cellular Show (ICS) 2016 yang mengangkat tema Digital Revolution resmi dibuka.

"ICS kali ini adalah ICS yang ke-13, Alhamdulillah sampai tahun ini telah mencapai satu kesuksesan yang luar biasa," Sekjen ATSI (Asosiasi penyelenggara Telekomunikasi seluruh Indonesia), Merza Fachys, di Jakarta, Kamis.

"Tema ICS tahun ini kami mengambil tema yang valid yaitu revolusi digital. Sebuah revolusi adalah kegiatan yang tiba-tiba, digital demikian pula. Walaupun tidak seperti gerakan revolusi, tapi revolusi digital telah mengubah hidup kita," lanjut dia.

Lebih lanjut, Merza menjelaskan salah satu revolusi digital adalah lahirnya 4G sejak tahun lalu yang penerimaannya di luar dugaan. Menurut dia, adopsi 4G lebih cepat, bahkan penetrasinya lebih cepat dibanding 2G ke 3G pada 10 tahun lalu.

Didukung penuh oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Menkominfo Rudiantara yang meresmikan acara tersebut mengatakan bahwa industri telekomunikasi diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi.

"Yang paling penting bagaimana industri tetap tumbuh. Kuartal pertama sektor telekomunikasi tumbuh di nomor ketiga. Pertumbuhan ini harus dijaga," ujar Menkominfo.

"Melihat Indonesia sekompetitif mungkin, kita harus terbuka. Era bisnis baru bukan cuma jualan air time, mindset kita harus berubah," sambung dia.

ICS 2016 diikuti oleh lebih banyak peserta dibanding tahun lalu (26 peserta) menjadi 56 peserta pada tahun ini. Dari laporan yang disampaikan Merza, tahun lalu ICS dikunjungi oleh lebih dari 70 ribu orang dalam empat hari.

"Ini menunjukkan bahwa ICS suatu wadah bertemunya pelaku dan penggemar industri seluler," ujar Merza.

Gelaran tersebut juga menyajikan seminar, salah satunya sharing economy yang sekarang banyak dibicarakan.