Painan, Sumbar (ANTARA News) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat akan melanjutkan evakuasi harimau sumatera yang terjerat di kawasan perbukitan Nagari Mandeh (desa adat) Kabupaten Pesisir Selatan pada Jumat (27/5).

"Kondisi tidak memungkinkan karena sudah terlalu sore apalagi medan menuju ke lokasi cukup berat," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah III, BKSDA Sumbar, Surajiya di Painan, Kamis.

Ia menjelaskan setelah tim melakukan survei ke lokasi didapati harimau terjerat pada kaki depan bagian kirinya.

"Sebelum mengevakuasi kami terlebih dahulu melakukan pembiusan, setelah harimau lumpuh maka akan ditandu menuju pemukiman," ucapnya.

Setelah itu, tambahnya, apakah ada perawatan intensif atau tidak akan ditentukan oleh tim medis.

"Sesuai rencana harimau malang itu akan kami karantina setelah itu kami akan lihat perkembangan selanjutnya," kata dia.

Terpisah, Wali Nagari Mandeh, Jasril Rajo Basah meminta setelah dilakukan perobatan, harimau itu kembalikan ke habitatnya.

"Bagaimanapun harimau itu sudah menjadi bagian dari kami, kami tidak pernah merasa terusik dengan keberadaannya," kata dia.

Ia menambahkan harimau tersebut terjerat bukanlah di sengaja, jerat itu dipasang dengan maksud untuk menjerat babi hutan yang merusak tanaman.