Nusa Dua, Bali (ANTARA News) - Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie menegaskan partainya berkomitmen mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo usai Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang dibuka sore hari ini di Bali.

"Yang paling penting karena kita mengatakan Golkar terbiasa mendukung pemerintahan, nanti di dalam Munaslub ini kita akan mengukuhkan satu rekomendasi dari Rapimnas untuk mendukung pemerintahan Jokowi-JK," kata Aburizal 0di Nusa Dua Bali, Sabtu.

Dia menjelaskan, siapa pun ketua umum Golkar yang terpilih maka akan terikat dengan keputusan dari Munaslub yang setara dengan Munas.

Dia mengharapkan Munaslub menghasilkan ketegasan yang mengikat Dewan Pimpinan Pusat dan keputusan Munaslub.

Aburizal juga menjamin para elite senior partainya tidak meninggalkan Golkar setelah Munaslub selesai. "Kami yang senior ini tidak akan meninggalkan partai Golkar begitu saja. Mungkin yang muda lebih pintar, tapi untuk kebijaksanaan barangkali yang senior lebih (paham)," kata Aburizal.

Dia juga menegaskan, para anggota senior tidak akan duduk di eksekutif dan lebih memilih menduduki lembaga-lembaga yang memberikan masukan kepada anggota dan kader muda Golkar.

Mengenai kabar pelanggaran kode etik dalam pemilihan ketua umum Golkar, Aburizal mengingatkan untuk tidak gampang mempercayai isu-isu liar, sebaliknya harus yakin Munaslub akan berjalan dengan demokratis.

"Jangan dengarkan isu yang macam-macam tentang pemilihan ketua umum. Semua saudara-saudara merupakan pemegang hak suara," ujarnya.

Golkar akan memilih ketua umumnya yang baru pada Munaslub 14-16 Mei ini di Bali yang akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo petang ini.

Panitia Munaslub Golkar telah mengesahkan delapan bakal calon ketua umum, yakni Ade Komarudin, Setya Novanto, Airlangga Hartarto, Mahyudin, Priyo Budi Santoso, Aziz Syamsuddin, Indra Bambang Utoyo, dan Syahrul Yasin Limpo.